KILAS BANTEN – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah yang diperkirakan berlangsung pada 20–22 Maret 2026, pergerakan masyarakat dipastikan melonjak drastis. Tradisi pulang kampung atau mudik kembali menjadi agenda tahunan jutaan warga untuk berkumpul bersama keluarga di kampung halaman. Di tengah euforia tersebut, peringatan soal keselamatan perjalanan kembali disuarakan.
Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Serang, Ahmad Muhibbin, meminta masyarakat tidak hanya fokus pada tujuan, tetapi juga pada keselamatan selama di perjalanan.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menegaskan bahwa mudik harus dimaknai sebagai perjalanan pulang yang aman, bukan sekadar cepat sampai.
Muhibbin terlebih dahulu menyampaikan ucapan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan dan menyambut Idul Fitri kepada umat Islam.
Ia menilai Lebaran memiliki makna spiritual yang mendalam, terutama sebagai momen mempererat hubungan keluarga.
“Idul Fitri adalah waktu yang penuh berkah untuk memperkuat silaturahmi dengan keluarga dan kerabat,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu, 15 Maret 2026.
Namun, ia mengingatkan bahwa kebahagiaan tersebut sering dibayangi risiko besar di jalan raya. Lonjakan kendaraan kerap memicu kemacetan ekstrem, kelelahan pengemudi, hingga kecelakaan lalu lintas yang berujung fatal. Karena itu, masyarakat diminta melakukan persiapan secara matang sebelum berangkat.
Menurut Muhibbin, banyak insiden kecelakaan sebenarnya bisa dicegah. Faktor utama biasanya bukan kejadian tak terduga, melainkan kelalaian manusia, seperti memaksakan diri berkendara saat lelah atau mengabaikan kondisi kendaraan.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















