Ia juga mengajak pemudik menjaga ketertiban dan kebersihan selama perjalanan. Sikap saling menghormati antar pengguna jalan dinilai mampu menciptakan suasana mudik yang aman dan nyaman. Mudik, menurutnya, bukan ajang adu cepat atau saling mendahului secara berbahaya.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih jauh, ia menilai tradisi pulang kampung memiliki makna sosial yang kuat. Mudik bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan emosional untuk kembali ke akar keluarga dan budaya.
“Mari jadikan mudik sebagai momentum memperkuat kebersamaan dan persaudaraan,” kata Muhibbin.
Ia berharap arus mudik tahun ini berjalan lancar tanpa gangguan berarti. Keselamatan harus ditempatkan sebagai prioritas utama, melampaui keinginan untuk tiba lebih cepat.
Di akhir pesannya, Muhibbin mendoakan agar seluruh masyarakat dapat sampai di kampung halaman dengan selamat dan merayakan Idul Fitri dalam suasana bahagia bersama keluarga.
“Semoga perjalanan mudik tahun ini aman, lancar, dan semua bisa merayakan Lebaran dengan penuh kebahagiaan,” tuturnya.
Dengan meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang Lebaran, imbauan ini menjadi pengingat penting bahwa mudik aman membutuhkan persiapan, disiplin, dan kepedulian bersama. Tanpa itu, tradisi yang seharusnya membawa sukacita berpotensi berubah menjadi tragedi.***
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten

















