Advertisement
Serang

Sambut Muktamar NU ke-35, PCNU Kota Serang: Kembali ke Khittah dan Perkuat Solidaritas di Tengah Tekanan Global

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Serang saat memberikan pernyataan terkait pentingnya menjaga persatuan menjelang Muktamar NU ke-35.
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Serang saat memberikan pernyataan terkait pentingnya menjaga persatuan menjelang Muktamar NU ke-35.

KILAS BANTEN – Menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Serang mengeluarkan pernyataan tegas. Mereka meminta seluruh warga Nahdliyin menjaga persatuan dan kembali pada khittah organisasi. Seruan ini muncul di tengah dinamika internal yang meningkat dan dinilai berpotensi memicu perpecahan.

 

Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Serang, KH Saifun Nawasi, menekankan pentingnya introspeksi di tengah situasi yang berkembang. Ia meminta kader dan jamaah tidak terjebak dalam konflik yang dapat merusak soliditas organisasi.

 

Menurutnya, Muktamar harus menjadi ruang konsolidasi, bukan arena pertarungan kepentingan.

Jembatan Mekarsari Senilai Rp10,8 Miliar Mulai Dibangun, Warga Serang-Tangerang Segera Nikmati Akses Baru

 

“Kita harus melakukan muhasabah. Mari perkuat jamaah dan jamiah. Kembali ke khittah Nahdlatul Ulama adalah jalan terbaik,” ujar Kiai Saifun, Sabtu, 18 April 2026.

 

Ia mengingatkan bahwa konflik yang tidak dikelola dengan baik akan berdampak langsung ke masyarakat bawah.

 

Wali Kota Serang Dukung Fun Bike Jelajah Kota Serang 2026, Rute Berubah Jadi Sekitar 25 Kilometer

Kiai Saifun menegaskan, akar rumput tidak boleh menjadi korban dari perbedaan yang terjadi di tingkat elite. Ia pun mengajak semua pihak menahan diri dan mengedepankan kepentingan bersama.

 

“Jangan sampai masyarakat bawah menjadi korban akibat perpecahan di internal kita,” katanya.

 

Sebagai pengasuh Pondok Pesantren Al-Fathaniyah Tengkele, Kiai Saifun juga menyoroti hubungan erat antara NU dan pesantren.

Maling Berkedok Ojol Grab Beraksi di Masjid BAP 1 Kota Serang, HP Kaum Masjid Raib Saat Terlelap Usai Bersih-bersih

 

Ia menegaskan bahwa keduanya tidak bisa dipisahkan. NU, kata dia, memiliki peran penting dalam menjaga tradisi Islam moderat sekaligus mendorong kemajuan umat.

 

“NU dan pesantren adalah dua sisi yang saling menguatkan. Kita harus merawat tradisi, namun juga terus berinovasi untuk menjawab tantangan zaman,” ujarnya.

 

Selain membahas kondisi internal, PCNU Kota Serang juga menyinggung situasi global yang semakin kompleks. Dalam pernyataan resminya, mereka menilai perkembangan geopolitik dunia berdampak langsung pada kehidupan masyarakat, termasuk di Indonesia.

 

PCNU mengingatkan bahwa Indonesia memiliki komitmen terhadap perdamaian dunia, sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. Negara, menurut mereka, memiliki tanggung jawab menjaga ketertiban dunia yang berlandaskan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

 

“Negara memiliki amanat untuk ikut menjaga ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial,” tulis pernyataan tersebut.

 

Organisasi ini juga mendesak pemerintah agar segera mengambil langkah strategis menghadapi dinamika global. Mereka menilai stabilitas internasional berpengaruh besar terhadap berbagai sektor, mulai dari ekonomi hingga sosial budaya. Respons cepat dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan hidup masyarakat.

 

Sementara itu, Sekretaris PCNU Kota Serang, Akbarudin, menyampaikan pandangan serupa. Ia menekankan pentingnya menjaga soliditas organisasi di tengah situasi yang dinamis menjelang Muktamar.

 

Akbarudin mengajak seluruh warga Nahdliyin memperkuat kebersamaan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu yang memecah belah. Ia menilai, kekuatan organisasi terletak pada kesetiaan terhadap nilai-nilai dasar yang diwariskan para pendiri.

 

“Kita harus memperkuat jamaah dan jamiah. Kembali ke khittah Nahdlatul Ulama adalah kunci agar organisasi tetap kokoh,” ujarnya.

 

Ia juga mengingatkan bahwa peran NU tidak hanya terbatas pada aspek keagamaan. Organisasi ini memiliki tanggung jawab sosial yang luas. Karena itu, stabilitas internal menjadi hal yang wajib dijaga oleh seluruh elemen.

 

Dalam konteks tersebut, PCNU Kota Serang menilai menjaga tradisi dan mendorong inovasi harus berjalan seimbang. Tradisi menjadi identitas organisasi, sementara inovasi menjadi kunci menghadapi perubahan zaman.

 

“Rawat tradisi, dan terus berinovasi untuk kemajuan organisasi,” kata Akbarudin.

 

Pernyataan PCNU Kota Serang diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh warga Nahdlatul Ulama. Di tengah dinamika Muktamar ke-35, pesan persatuan dan kembali ke khittah dinilai sebagai fondasi utama menjaga keutuhan organisasi. Sikap ini juga penting agar NU tetap memainkan peran strategis di tengah masyarakat.***

× Advertisement
× Advertisement