KILAS BANTEN – Menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Serang mengeluarkan pernyataan tegas. Mereka meminta seluruh warga Nahdliyin menjaga persatuan dan kembali pada khittah organisasi. Seruan ini muncul di tengah dinamika internal yang meningkat dan dinilai berpotensi memicu perpecahan.
Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Serang, KH Saifun Nawasi, menekankan pentingnya introspeksi di tengah situasi yang berkembang. Ia meminta kader dan jamaah tidak terjebak dalam konflik yang dapat merusak soliditas organisasi.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, Muktamar harus menjadi ruang konsolidasi, bukan arena pertarungan kepentingan.
“Kita harus melakukan muhasabah. Mari perkuat jamaah dan jamiah. Kembali ke khittah Nahdlatul Ulama adalah jalan terbaik,” ujar Kiai Saifun, Sabtu, 18 April 2026.
Ia mengingatkan bahwa konflik yang tidak dikelola dengan baik akan berdampak langsung ke masyarakat bawah.
Kiai Saifun menegaskan, akar rumput tidak boleh menjadi korban dari perbedaan yang terjadi di tingkat elite. Ia pun mengajak semua pihak menahan diri dan mengedepankan kepentingan bersama.
“Jangan sampai masyarakat bawah menjadi korban akibat perpecahan di internal kita,” katanya.
Sebagai pengasuh Pondok Pesantren Al-Fathaniyah Tengkele, Kiai Saifun juga menyoroti hubungan erat antara NU dan pesantren.
Ia menegaskan bahwa keduanya tidak bisa dipisahkan. NU, kata dia, memiliki peran penting dalam menjaga tradisi Islam moderat sekaligus mendorong kemajuan umat.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Sumber Berita: KILASBANTEN.COM
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















