KILAS BANTEN – Permasalahan sampah yang selama ini identik dengan pencemaran lingkungan kini berhasil diubah menjadi sumber penghasilan oleh warga di Kota Tangerang. Melalui kreativitas dan kepedulian lingkungan, Bank Sampah 102 mampu menyulap limbah rumah tangga menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus menggerakkan kegiatan sosial untuk masyarakat sekitar.
Bank sampah yang berada di Jalan Jamlang II, RT 04 RW 15, Kelurahan Cibodasari, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang itu kini menjadi salah satu contoh pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang berjalan efektif. Tidak hanya membantu mengurangi volume sampah, program tersebut juga menciptakan peluang usaha baru bagi warga.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Bank Sampah 102, Saifuddin, mengatakan pengelolaan sampah yang dijalankan selama hampir lima tahun mampu berkembang berkat dukungan masyarakat dan kerja sama dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM.
Menurutnya, kolaborasi tersebut membuat hasil produk daur ulang lebih mudah dipasarkan sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi warga.
“Produk daur ulang kami pasarkan bersama UMKM sehingga hasilnya bisa lebih maksimal,” ujar Saifuddin, Minggu, 17 Mei 2026.
Ia menjelaskan, sampah yang dikumpulkan dari rumah warga tidak langsung dibuang ke tempat pembuangan akhir. Pengelola lebih dulu memilah berbagai jenis sampah untuk kemudian diolah kembali menjadi barang yang memiliki nilai guna.
Botol plastik bekas misalnya, diubah menjadi sapu rumah tangga. Sementara tutup botol dimanfaatkan menjadi gantungan dan limbah kantong plastik dijadikan media permainan edukatif bagi anak-anak.
Penulis : Wahyu
Editor : Taufik
Sumber Berita: KILASBANTEN.COM
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya





















