Pemerintah Kota Tangerang mulai merealisasikan pembangunan Flyover Sudirman untuk mengatasi kemacetan kronis di Pasar Induk hingga Tanahtinggi. Proyek strategis ini digadang menjadi solusi transportasi modern dan aman bagi masyarakat.KILAS BANTEN – Pemerintah Kota Tangerang mulai mematangkan pembangunan Flyover Sudirman sebagai solusi mengatasi kemacetan kronis di salah satu titik tersibuk di wilayah tersebut. Proyek strategis itu kini memasuki tahap awal setelah digelarnya Kick Off Meeting bersama sejumlah pemangku kepentingan, tokoh masyarakat, hingga perwakilan kementerian terkait.
Flyover Sudirman atau Simpang Tidak Sebidang (STS) Sudirman menjadi proyek prioritas yang disiapkan Pemkot Tangerang bersama Kementerian Pekerjaan Umum. Infrastruktur ini diproyeksikan mampu mengurai kepadatan kendaraan yang selama bertahun-tahun terjadi di jalur perlintasan kereta Commuter Line lintas Duri–Tangerang.
Wali Kota Tangerang, Sachrudin, mengatakan pembangunan flyover menjadi langkah penting untuk memperbaiki konektivitas dan memperlancar mobilitas masyarakat di kawasan tersebut.
“Kegiatan ini untuk meningkatkan sinergi lintas sektoral agar seluruh proses perencanaan pembangunan Flyover Sudirman berjalan lancar. Lokasi ini merupakan simpul strategis yang menghubungkan sejumlah jalur utama di Kota Tangerang,” ujar Sachrudin, Rabu, 20 Mei 2026.
Flyover tersebut akan dibangun di kawasan pertemuan Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Benteng Betawi, dan Jalan Daan Mogot. Kawasan itu selama ini dikenal sebagai salah satu titik kemacetan paling padat di Kota Tangerang, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.
Kepadatan lalu lintas kerap terjadi akibat tingginya volume kendaraan yang harus berhenti ketika kereta Commuter Line melintas. Situasi itu tidak hanya memperlambat arus kendaraan, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas di sekitar perlintasan sebidang.
Pemkot Tangerang menilai pembangunan flyover menjadi solusi jangka panjang yang mendesak dilakukan. Selain mengurangi antrean kendaraan, proyek tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi waktu perjalanan masyarakat yang setiap hari melintasi jalur strategis tersebut.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang, Yeti Rohaeti, mengungkapkan proyek Flyover Sudirman ditargetkan mulai memasuki tahap pembangunan fisik pada awal 2027.
Menurut Yeti, saat ini pemerintah daerah tengah mempercepat penyusunan sejumlah dokumen penting sebagai syarat pelaksanaan proyek. Dokumen tersebut meliputi Detail Engineering Design (DED), Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin), Analisis Dampak Lingkungan (Amdal), hingga proses pembebasan lahan.
“Kami sedang membahas bersama seluruh pihak terkait untuk mempercepat tahapan perencanaan pembangunan. Semua dokumen pendukung sedang dipersiapkan agar proses pemenuhan readiness criteria dapat segera selesai,” kata Yeti.
Ia menjelaskan, flyover yang akan dibangun memiliki panjang sekitar 600 meter. Pemkot Tangerang juga mulai menyusun skema Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) guna mengantisipasi kepadatan kendaraan selama proses konstruksi berlangsung.
Selain itu, proses pembebasan lahan akan dilakukan secara bertahap mulai 2026. Langkah tersebut dinilai penting agar proyek pembangunan dapat berjalan sesuai target yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
Dukungan terhadap proyek Flyover Sudirman juga datang dari pemerintah pusat. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kementerian Pekerjaan Umum disebut mendukung penuh percepatan pembangunan infrastruktur tersebut.
Direktur Lalu Lintas Jalan Direktorat Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Rudi Irawan, menilai flyover akan memberikan dampak besar terhadap kelancaran lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan di Kota Tangerang.
“Kami sangat mendukung pembangunan ini karena manfaatnya sangat besar untuk meningkatkan kelancaran lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan,” ujarnya.
Pembangunan Flyover Sudirman diharapkan tidak hanya menjadi solusi mengatasi kemacetan, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Kelancaran mobilitas dinilai akan berdampak langsung terhadap aktivitas perdagangan, distribusi barang, hingga efisiensi perjalanan masyarakat di Tangerang dan sekitarnya.
Jika proyek ini berjalan sesuai target, Flyover Sudirman diprediksi menjadi salah satu infrastruktur penting yang mampu mengubah wajah transportasi Kota Tangerang dalam beberapa tahun ke depan.***