“Kami berupaya hadir secepat mungkin untuk memastikan kebutuhan dasar warga, khususnya makanan, dapat terpenuhi,” ujar Suhud, Jumat, 23 Januari 2026.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Suhud, bantuan pangan menjadi prioritas utama pada masa tanggap darurat. Makanan siap saji sangat dibutuhkan agar warga tetap memiliki asupan gizi yang cukup. Hal ini penting untuk menjaga kondisi kesehatan para pengungsi, terutama kelompok rentan.
Selain menyediakan makanan, BAZNAS Banten juga melakukan pemantauan langsung di lapangan. Tim terus berkoordinasi dengan aparat desa, relawan lokal, dan pihak terkait lainnya. Koordinasi dilakukan agar penyaluran bantuan berjalan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan warga.
BAZNAS juga membuka kemungkinan memperpanjang operasional dapur umum. Keputusan tersebut akan disesuaikan dengan perkembangan situasi di lapangan. Jika kondisi bencana belum membaik atau masa pengungsian berlangsung lama, dapur umum akan tetap beroperasi.
Warga Kadubereum menyambut baik kehadiran dapur umum BAZNAS. Bantuan makanan dinilai sangat membantu meringankan beban hidup di tengah situasi sulit. Dukungan ini juga memberi ketenangan bagi warga yang terdampak.
Salah satu warga mengaku terbantu karena tidak lagi khawatir soal makanan sehari-hari. Bantuan tersebut dianggap mempercepat pemulihan pascabencana dan memperkuat rasa kebersamaan.
BAZNAS Banten menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam setiap situasi bencana. Melalui pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS berupaya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan dan memperkuat aksi kemanusiaan di Provinsi Banten.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2

















