Alarm Intoleransi Menggema, PB IKA PMII Tancap Gas Bentuk Generasi Moderat Berkarakter Kuat

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diskusi penguatan moderasi beragama berbasis karakter yang digelar PB IKA PMII bersama sejumlah lembaga di Hotel Le Dian, Banten, Jumat, 26 Desember 2025

i

Diskusi penguatan moderasi beragama berbasis karakter yang digelar PB IKA PMII bersama sejumlah lembaga di Hotel Le Dian, Banten, Jumat, 26 Desember 2025

Menurutnya, karakter harus tumbuh dari kesadaran dan nilai yang diinternalisasi secara mendalam, bukan sekadar simbol atau jargon.

“Karakter itu harus mengakar. Tidak manipulatif dan tidak ikut arus sesaat. Di tengah disrupsi dan banjir informasi seperti sekarang, character building menjadi fondasi utama,” ujar Ali Muhtarom, yang juga menjabat Ketua Yayasan Bumi Harmoni Pancasila.

Ali menyoroti tantangan besar yang datang dari ruang digital. Informasi bergerak cepat, namun tidak selalu disertai kebenaran. Karena itu, ia menilai literasi digital harus menjadi bagian tak terpisahkan dari moderasi beragama. Sikap kritis perlu dibangun, tetapi harus diiringi kemampuan memverifikasi data.

ADVERTISEMENT

, ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kritis itu penting. Kita mengenal kritis transformatif. Tapi semua harus berbasis data yang valid. Tabayyun menjadi kunci agar kita tidak terjebak hoaks dan provokasi,” katanya.

Baca Juga  Panasnya Konflik PBNU, IKA PMII Turun Gunung Dorong Muktamar Bersama demi Selamatkan Persatuan NU

Pandangan senada disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal PB PMII, Drs. Insan Purnama, M.Si. Ia menyebut moderasi beragama sebagai benteng utama generasi muda agar tidak terjerumus ke ekstremisme maupun liberalisme yang berlebihan.

Insan menilai kelompok muda menjadi sasaran empuk penyebaran konten intoleran karena tingginya intensitas penggunaan media sosial. Tanpa bekal literasi yang memadai, generasi muda mudah kehilangan arah.

“Moderasi adalah jalan tengah. Tanpanya, generasi muda rawan terseret arus yang ekstrem. Empat pilar kebangsaan harus dipahami sebagai fondasi hidup bersama dalam keberagaman,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Rumah Moderasi Beragama UIN SMH Banten, Salim Rosyadi, menjelaskan konsep moderasi beragama melalui pendekatan Maqashid Syariah. Ia menegaskan bahwa ajaran Islam menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan keadilan.

Penulis : Dayat

Editor : Redaksi Kilas Banten

Follow WhatsApp Channel www.kilasbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Retreat Nasional di Magelang, Ketua DPRD Kabupaten Serang Tekankan Peran Gen Z sebagai Kunci Indonesia Emas 2045
Di Harlah PMII ke-66, Tokoh Nasional PB IKA PMII Berkumpul, Konsolidasi Kebangsaan Menguat di Jakarta
Kongres IMAKIPSI XIII Meledak di Mataram, Mahasiswa Kependidikan Deklarasikan Perang Total Ketimpangan Pendidikan 3T
PPP Banten Resmi Dipimpin Neng Siti Julaiha, Bakal Pasang Target Ambisius Menang Besar di Pemilu 2029
Gelombang 2.500 Alumni Padati Istiqlal, Silatnas IKTASA Ciwaringin Tegaskan Kekuatan Besar Pesantren untuk Bangsa
Geger! Program MBG di Bone Tersendat, SPPG Macege Disetop Mendadak Diduga Abaikan Standar Lingkungan
Ledakan Semangat Anak Muda, PeaceLab Jadi Motor Baru Gerakan Perdamaian Berbasis Budaya dan Sejarah
Himbauan Mudik 2026, Dewan Pembina DPP Biwali KH Matin Syarkowi Ingatkan Bahaya Ngebut: Nyawa Taruhannya
PB IKA PMII merespons isu intoleransi dengan mendorong penguatan moderasi beragama berbasis karakter. Kolaborasi lintas lembaga digelar di Banten untuk membentengi generasi muda dari ekstremisme.

Berita Terkait

-

Retreat Nasional di Magelang, Ketua DPRD Kabupaten Serang Tekankan Peran Gen Z sebagai Kunci Indonesia Emas 2045

-

Di Harlah PMII ke-66, Tokoh Nasional PB IKA PMII Berkumpul, Konsolidasi Kebangsaan Menguat di Jakarta

-

Kongres IMAKIPSI XIII Meledak di Mataram, Mahasiswa Kependidikan Deklarasikan Perang Total Ketimpangan Pendidikan 3T

-

PPP Banten Resmi Dipimpin Neng Siti Julaiha, Bakal Pasang Target Ambisius Menang Besar di Pemilu 2029

-

Gelombang 2.500 Alumni Padati Istiqlal, Silatnas IKTASA Ciwaringin Tegaskan Kekuatan Besar Pesantren untuk Bangsa

Berita Terbaru