“Lewat reses ini kami mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan mendasar masyarakat. Itu yang kami perjuangkan dalam pembahasan anggaran,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, pembangunan infrastruktur desa memiliki dampak strategis. Jalan yang baik akan memperlancar distribusi hasil pertanian dan usaha kecil warga. Jembatan yang memadai akan membuka konektivitas antarwilayah. Infrastruktur yang layak juga mempercepat mobilitas masyarakat.
Ia menilai alokasi anggaran Rp11 miliar menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam merespons kebutuhan warga Tirtayasa. Muhibbin memastikan akan mengawal proses pembangunan agar berjalan sesuai rencana dan tepat sasaran.
Selain infrastruktur, sektor pendidikan menjadi perhatian dalam reses tersebut. Sejumlah warga mengeluhkan keterbatasan daya tampung sekolah negeri. Mereka meminta solusi agar anak-anak tetap bisa mengenyam pendidikan tanpa terbebani biaya tinggi.
Muhibbin menjelaskan, pemerintah telah menjalankan program sekolah gratis bagi sekolah swasta yang bermitra dengan pemerintah provinsi. Program itu diperuntukkan bagi siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri.
Ia menyebut kebijakan tersebut sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan. Dengan skema itu, siswa tetap bisa bersekolah tanpa harus membayar biaya pendidikan secara penuh.
Di bidang kesehatan, ia mengingatkan masyarakat kurang mampu dapat memanfaatkan program Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS. Melalui skema tersebut, iuran jaminan kesehatan ditanggung pemerintah sehingga warga tetap memperoleh layanan medis.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















