“Sekarang masyarakat harus optimistis. Pemerintah hadir lewat program pendidikan gratis dan subsidi kesehatan,” katanya.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Muhibbin juga mengajak masyarakat untuk aktif mengawal kebijakan publik. Ia menilai kritik sebagai bagian penting dari demokrasi. Menurutnya, kritik menunjukkan kepedulian masyarakat terhadap kinerja wakil rakyat.
“Kalau kami dikritik, itu artinya masyarakat peduli. Kritik itu menjadi pengingat agar kami terus memperbaiki kinerja,” ujarnya.
Kegiatan reses berlangsung dialogis. Warga menyampaikan aspirasi secara terbuka. Beberapa di antaranya berharap proyek pembangunan segera direalisasikan tanpa penundaan.
Reses DPRD Kabupaten Serang menjadi momentum untuk menyelaraskan rencana pembangunan daerah dengan kebutuhan riil masyarakat. Infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan menjadi tiga isu utama yang mencuat dalam pertemuan tersebut.
Dengan anggaran Rp11 miliar untuk pembangunan Jalan Kampung Baru–Kemantenan dan Jembatan Mekarsari, warga Kecamatan Tirtayasa kini menunggu realisasi di lapangan. Muhibbin menegaskan komitmennya untuk mengawal seluruh aspirasi tersebut melalui fungsi penganggaran dan pengawasan DPRD hingga proyek benar-benar terwujud pada 2026.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten

















