Kepala DLH Kota Tangerang Wawan Fauzi bersama jajaran Fakultas Teknik Universitas Mercu Buana saat menandatangani kerja sama pengembangan program lingkungan berkelanjutan di Kota Tangerang.
Melalui kerja sama tersebut, DLH Kota Tangerang akan menjalankan sejumlah program strategis. Salah satunya penguatan Program Kampung Iklim atau ProKlim di tingkat RW. Program ini bertujuan meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan sekaligus menghadapi dampak perubahan iklim.
DLH Kota Tangerang juga akan memperluas program penghijauan di berbagai titik kota. Upaya itu dilakukan untuk meningkatkan ruang terbuka hijau (RTH) sekaligus membantu memperbaiki kualitas udara di wilayah perkotaan yang terus mengalami tekanan pembangunan.
Selain penghijauan, kerja sama juga menyasar pengembangan teknologi pemeliharaan tanaman di fasilitas publik. Teknologi tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi perawatan tanaman dan menjaga kawasan hijau tetap produktif.
Tidak berhenti di sana, DLH Kota Tangerang juga mulai membidik sektor pengelolaan sampah dan limbah industri. Pemerintah ingin memperluas edukasi kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan.
“Target kami tidak cuma ProKlim. Selanjutnya, kami ingin memperluas program ke bidang pengolahan sampah, sosialisasi ke masyarakat, serta mendorong industri di Kota Tangerang untuk lebih berkomitmen terhadap pengelolaan limbah,” kata Wawan.
Menurut dia, persoalan lingkungan di kota besar tidak mungkin diselesaikan pemerintah sendiri. Dibutuhkan kolaborasi banyak pihak, mulai dari akademisi, dunia industri, hingga masyarakat.
Karena itu, DLH Kota Tangerang juga membuka peluang kerja sama dengan perguruan tinggi lain di wilayah Kota Tangerang. Pemerintah berharap semakin banyak institusi pendidikan ikut terlibat dalam penyusunan solusi lingkungan berbasis penelitian dan inovasi.