“Nyepi bukan dirayakan dengan keramaian. Umat Hindu menjalankannya dengan berdiam diri di rumah, melakukan introspeksi, dan menjaga ketenangan,” jelas Subagyo.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Ia mengakui peringatan Nyepi di Kota Serang tidak sebesar di Bali yang mayoritas penduduknya beragama Hindu. Namun pemerintah tetap menghormati dan memfasilitasi umat Hindu yang menjalankan ibadah tersebut.
Selain itu, Pemkot Serang telah menyiapkan berbagai langkah pengamanan menjelang Lebaran. Koordinasi dilakukan bersama kepolisian, TNI, serta seluruh pemangku kepentingan untuk mengantisipasi arus mudik, pelaksanaan salat Id, hingga aktivitas masyarakat setelah hari raya.
Subagyo menegaskan kerja sama lintas sektor menjadi faktor penentu keberhasilan pengamanan. Pemerintah ingin memastikan masyarakat dapat beribadah dan merayakan hari besar tanpa gangguan.
“Kami ingin semua warga merasa aman dan nyaman saat menjalankan ibadah maupun tradisi Lebaran,” tuturnya.
FKUB Kota Serang juga mengingatkan pentingnya sikap saling menghormati antarumat beragama, terutama ketika dua perayaan berlangsung hampir bersamaan. Situasi ini dinilai sebagai ujian sekaligus peluang untuk menunjukkan kedewasaan masyarakat dalam menjaga harmoni sosial.
Para peserta rakor sepakat bahwa komunikasi yang intensif dan kerja sama lintas kelompok menjadi kunci mencegah konflik. Jika muncul potensi gesekan, penyelesaian harus dilakukan melalui dialog dan pendekatan persuasif.
Momentum Idul Fitri dan Nyepi diharapkan tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga ajang memperkuat persatuan. FKUB menilai keberagaman bukan ancaman, melainkan aset bangsa yang harus dijaga bersama.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Sumber Berita: KILASBANTEN.COM
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya





















