Ia menjelaskan bahwa konsep puskesmas terapung pada dasarnya adalah fasilitas kesehatan yang ditempatkan di atas kapal. Kapal tersebut akan berlayar ke pulau-pulau yang sulit dijangkau fasilitas kesehatan di daratan.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Di dalam kapal itu nantinya tersedia berbagai fasilitas medis dasar. Mulai dari ruang pemeriksaan pasien, obat-obatan esensial, hingga peralatan medis sederhana yang dibutuhkan untuk pelayanan kesehatan dasar.
Selain itu, puskesmas terapung juga akan dilengkapi tenaga medis profesional. Dokter dan perawat akan bertugas memberikan pemeriksaan kesehatan, pengobatan, serta layanan preventif kepada masyarakat di pulau-pulau.
Muhibbin menilai pendekatan ini jauh lebih efektif dibandingkan hanya mengandalkan ambulans laut. Menurutnya, ambulans laut memiliki fungsi utama sebagai sarana evakuasi pasien ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan lain.
Sebaliknya, puskesmas terapung mampu memberikan pelayanan kesehatan langsung di lokasi tempat masyarakat tinggal.
“Kalau puskesmas terapung itu seperti klinik yang datang ke pulau. Sedangkan ambulans laut lebih berfungsi seperti mobil ambulans, tetapi beroperasi di laut untuk membawa pasien,” jelasnya.
Dengan adanya fasilitas tersebut, masyarakat kepulauan tidak perlu selalu menempuh perjalanan jauh ke daratan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dasar. Hal ini diyakini dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus mempercepat penanganan berbagai penyakit.
Muhibbin juga menilai program ambulans laut tetap memiliki peran penting dalam sistem pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan. Namun, ia menekankan bahwa kedua layanan tersebut dapat diintegrasikan agar memberikan manfaat yang lebih luas.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


















