Komunitas GUSDURian Serang Raya kembali menggelar Safari Keberagaman dengan mengunjungi sejumlah rumah ibadah lintas agama di Kota Serang pada 8–15 Maret 2026, kali ini bertempat di Gedung GKI Serang.
Kehadiran generasi muda juga menjadi sorotan dalam kegiatan ini. Mereka tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi aktif berdiskusi dan menyampaikan gagasan tentang cara merawat toleransi di era digital yang penuh tantangan.
Program ini menjadi contoh konkret praktik toleransi yang tidak berhenti pada slogan. Melalui kunjungan langsung, masyarakat diajak melihat bahwa perbedaan keyakinan tidak menghalangi kerja sama sosial maupun persahabatan.
Di tengah meningkatnya polarisasi di berbagai daerah, kegiatan seperti ini menjadi pengingat bahwa Indonesia berdiri di atas fondasi keberagaman. Dialog, empati, dan perjumpaan langsung tetap menjadi kunci menjaga persatuan nasional.
Setelah rangkaian kegiatan berakhir, Gusdurian Serang Raya berharap pesan damai yang dibawa dapat menyebar luas dan menginspirasi masyarakat. Komunitas ini berkomitmen untuk terus mengadakan kegiatan serupa agar nilai toleransi semakin mengakar.
Safari Keberagaman sekaligus membuktikan bahwa warisan pemikiran Gus Dur tentang pluralisme dan kemanusiaan masih relevan hingga saat ini. Ketika masyarakat membuka diri untuk saling mengenal, potensi konflik dapat berubah menjadi kekuatan persaudaraan.***