Geger, PTKIN Bersiap Go Global, Beasiswa untuk 100 Ribu Mahasiswa Asing Jadi Fokus Nasional

Kilas Banten
10 Jun 2026 09:00
3 menit membaca

 

Ia menjelaskan, pengalaman peserta selama mengikuti ujian berbasis komputer akan membentuk persepsi publik terhadap institusi pendidikan. Karena itu, kampus diminta terus memperkuat infrastruktur digital, meningkatkan kapasitas server, menjaga keamanan sistem, serta memperbaiki layanan teknologi informasi yang mendukung proses akademik.

 

Menurut Prof Suyitno, transformasi digital kini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan yang harus dijalankan seluruh perguruan tinggi. Kampus dituntut menghadirkan layanan yang cepat, aman, dan terpercaya agar mampu menjawab tuntutan masyarakat yang semakin tinggi terhadap kualitas layanan pendidikan.

 

Selain membahas evaluasi UM-PTKIN, forum tersebut juga menyoroti program Insight Scholarship PTKIN yang digagas pemerintah sebagai bagian dari pengembangan talenta global Indonesia.

Baca Juga  Kurikulum PGMI UIN Banten Dirombak Ulang, Kampus Siapkan Calon Guru Tahan Gempuran AI dan Revolusi Digital

 

Direktur Diktis Kementerian Agama RI, Prof Sahiron, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari kebijakan strategis pemerintah untuk mendukung agenda Indonesian Global Talent yang telah dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

 

Menurutnya, sektor pendidikan memiliki posisi penting dalam memperkuat hubungan antarnegara sekaligus menjadi sarana diplomasi kemanusiaan. Oleh sebab itu, pemerintah terus menyiapkan berbagai skema pembiayaan pendidikan bagi mahasiswa asing yang ingin melanjutkan studi di Indonesia.

 

“Program Insight Scholarship merupakan bagian dari visi besar pemerintah untuk menghadirkan Indonesia sebagai pusat pendidikan yang inklusif dan berdaya saing global,” kata Prof Sahiron.