Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Prof Muhammad Ishom bersama para pimpinan PTKIN se-Indonesia mengikuti monitoring UM-PTKIN dan sosialisasi Insight Scholarship PTKIN di Tulungagung, Jawa Timur.
Ia menjelaskan, pengalaman peserta selama mengikuti ujian berbasis komputer akan membentuk persepsi publik terhadap institusi pendidikan. Karena itu, kampus diminta terus memperkuat infrastruktur digital, meningkatkan kapasitas server, menjaga keamanan sistem, serta memperbaiki layanan teknologi informasi yang mendukung proses akademik.
Menurut Prof Suyitno, transformasi digital kini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan yang harus dijalankan seluruh perguruan tinggi. Kampus dituntut menghadirkan layanan yang cepat, aman, dan terpercaya agar mampu menjawab tuntutan masyarakat yang semakin tinggi terhadap kualitas layanan pendidikan.
Selain membahas evaluasi UM-PTKIN, forum tersebut juga menyoroti program Insight Scholarship PTKIN yang digagas pemerintah sebagai bagian dari pengembangan talenta global Indonesia.
Direktur Diktis Kementerian Agama RI, Prof Sahiron, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari kebijakan strategis pemerintah untuk mendukung agenda Indonesian Global Talent yang telah dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, sektor pendidikan memiliki posisi penting dalam memperkuat hubungan antarnegara sekaligus menjadi sarana diplomasi kemanusiaan. Oleh sebab itu, pemerintah terus menyiapkan berbagai skema pembiayaan pendidikan bagi mahasiswa asing yang ingin melanjutkan studi di Indonesia.
“Program Insight Scholarship merupakan bagian dari visi besar pemerintah untuk menghadirkan Indonesia sebagai pusat pendidikan yang inklusif dan berdaya saing global,” kata Prof Sahiron.