Perwakilan FKUB dari unsur Kristen, Listen Finantius Sitorus, menilai perayaan Cap Go Meh tahun ini memberi ruang dialog yang sehat antarumat beragama. Ia melihat kegiatan tersebut sebagai momentum membangun kebersamaan.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Menurut saya, acara Cap Go Meh ini sangat membangun kebersamaan kita. Kegiatan yang disuguhkan cukup menarik dan membuat kita memahami bahwa perayaan ini bisa menjadi milik bersama, bukan hanya satu agama saja,” ujarnya.
Ia menyebut pengalaman itu sebagai momen membahagiakan. Ia berharap kegiatan lintas iman seperti ini terus digelar secara konsisten. Dengan begitu, toleransi di Kota Serang tidak hanya menjadi wacana, tetapi menjadi praktik nyata.
Delegasi FKUB dari Gereja Katolik Kristus Raja Serang, Thomas Budi Haryanto, juga menyampaikan pesan serupa. Ia mengucapkan selamat Cap Go Meh kepada umat Buddha yang merayakan.
“Kami mengucapkan selamat Cap Go Meh dan selamat toleransi untuk Kota Serang. Harapan kami, masyarakat semakin mengenal seni dan budaya setiap agama sehingga lahir kerukunan dan kedamaian, khususnya di Kota Serang dan Provinsi Banten,” katanya.
Thomas menegaskan bahwa Indonesia berdiri di atas dasar Pancasila dan semangat Bhinneka Tunggal Ika. Nilai tersebut, kata dia, harus diwujudkan dalam tindakan nyata, termasuk dengan saling menghadiri dan menghormati perayaan keagamaan.
Perwakilan umat Hindu di FKUB Kota Serang, Ketut Monjong, mengaku terkesan dengan suasana Cap Go Meh di Vihara Metta. Ia menilai partisipasi lintas agama memperlihatkan wajah Banten yang damai.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya

















