“Kami dari perwakilan Hindu merasa bangga bisa berpartisipasi dalam agenda yang dirayakan umat Buddha. Suasananya meriah dan berkesan. Kita bisa bersama-sama ikut memeriahkan hari penutup rangkaian Imlek ini,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, Pemuka Agama Buddha Vihara Metta Serang, Romo Yurri Sugiharto, menyampaikan rasa syukur atas kehadiran FKUB dan komunitas lintas agama. Ia menegaskan, baru kali ini FKUB Kota Serang hadir langsung dalam perayaan Cap Go Meh di vihara tersebut.
“Kami dari Vihara Metta hari ini mengadakan acara Cap Go Meh Imlek 2577/2026. Baru sekali ini FKUB Kota Serang menghadiri acara Cap Go Meh bersama. Kami merasa sangat senang. Terasa sekali persaudaraan dan kerukunan di Kota Serang ini,” ujar Romo Yurri.
Ia berharap kebersamaan tersebut terus berlanjut di tahun-tahun mendatang. Ia ingin perayaan Imlek dan Cap Go Meh berikutnya kembali menjadi ruang perjumpaan lintas agama.
“Semoga tahun-tahun berikutnya kita bisa kembali melaksanakan acara Imlek dan Cap Go Meh ini bersama-sama dengan FKUB Kota Serang. Dengan begitu hubungan kita semua semakin erat,” katanya.
Cap Go Meh sendiri merupakan hari ke-15 setelah Tahun Baru Imlek. Perayaan ini menjadi puncak rangkaian Imlek dan identik dengan doa, refleksi, serta ungkapan syukur. Di berbagai daerah di Indonesia, Cap Go Meh diramaikan dengan pertunjukan budaya seperti barongsai dan atraksi seni tradisional.
Di Kota Serang, perayaan Cap Go Meh 2577/2026 memiliki makna lebih luas. Momentum ini memperlihatkan bahwa moderasi beragama dapat diwujudkan melalui kehadiran nyata, bukan hanya diskusi formal. FKUB dan GUSDURian Serang Raya menunjukkan bahwa ruang-ruang kebersamaan harus terus dibuka.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya

















