“Kebijakan sering berubah tanpa arah yang jelas. Pendidikan akhirnya berjalan tanpa fondasi yang kuat,” ujar Ahmad.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Isu anggaran juga menjadi perhatian dalam aksi tersebut. Mahasiswa menilai besarnya alokasi dana pendidikan belum diikuti dengan pengelolaan yang efektif. Mereka menduga masih terjadi inefisiensi dalam penggunaan anggaran.
“Kegagalan ini bersifat struktural. Mulai dari perencanaan, penganggaran, hingga pengawasan,” ucapnya.
Di sisi lain, IMM Serang juga menyoroti kondisi tenaga pendidik. Mereka menilai dukungan terhadap guru masih terbatas. Pemerataan tenaga pengajar belum tercapai. Program pelatihan dinilai belum optimal. Sementara itu, kesejahteraan guru disebut masih perlu ditingkatkan.
Aksi ini menjadi bagian dari refleksi Hardiknas 2026. Mahasiswa menilai momentum tersebut harus digunakan untuk mengevaluasi kebijakan pendidikan secara menyeluruh. Mereka menegaskan bahwa perbaikan pendidikan tidak bisa ditunda.
Dalam tuntutannya, IMM Serang mendesak pemerintah daerah segera melakukan audit total terhadap sistem pendidikan. Audit tersebut diminta tidak hanya berfokus pada aspek administratif, tetapi juga mencakup efektivitas program serta dampaknya terhadap kualitas pendidikan di lapangan.
Mahasiswa berharap pemerintah dapat merespons tuntutan tersebut dengan langkah konkret. Mereka menilai transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci untuk memperbaiki sistem pendidikan di Serang Raya. Dengan audit menyeluruh, mereka berharap masalah mendasar dalam sektor pendidikan dapat teridentifikasi dan segera diperbaiki.***
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Sumber Berita: KILASBANTEN.COM
Halaman : 1 2


















