Ironi di Tanah Kelahiran! Muktamar ke-21 Mathla’ul Anwar Bongkar Fakta Mengejutkan di Kota Serang

Kilas Banten
11 Apr 2026 19:13
Banten 0
4 menit membaca

 

Selain pendidikan, Embay menekankan pentingnya pembenahan di bidang dakwah. Ia mengusulkan agar Mathla’ul Anwar menyusun kode etik dakwah. Hal ini penting untuk mencegah munculnya metode dakwah yang bersifat provokatif atau menyinggung pihak lain.

 

“Dakwah tidak boleh dengan cara mencaci. Harus ada etika,” kata Embay.

 

Ia juga menilai dakwah melalui tindakan nyata atau dakwah bil hal lebih efektif dalam membangun kepercayaan masyarakat. Pendekatan ini dinilai mampu memberikan dampak langsung tanpa mengandalkan retorika semata.

 

Lebih lanjut, Embay menegaskan bahwa Mathla’ul Anwar sejak awal selalu menjalin kerja sama dengan pemerintah. Sinergi ini menjadi bagian penting dalam upaya membangun masyarakat yang lebih baik.

Baca Juga  Ahmad Fauzi Kembali Pimpin DPW PKB Banten 2026–2031, Aly Taufiq Yakin Partai Kian Solid

 

Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni mengapresiasi peran Mathla’ul Anwar dalam pembangunan daerah. Ia menilai organisasi ini telah memberikan kontribusi besar, terutama dalam bidang pendidikan, dakwah, dan sosial.

 

“Mathla’ul Anwar membantu pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Andra.

 

Ia juga menyampaikan rasa bangga karena Banten dipercaya menjadi tuan rumah muktamar ke-21.

 

Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan organisasi masyarakat.

 

Andra berharap muktamar ini berjalan lancar dan menghasilkan keputusan strategis bagi kemajuan organisasi. Ia juga menekankan pentingnya menjaga sinergi dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

 

Muktamar ke-21 Mathla’ul Anwar dijadwalkan berlangsung hingga 13 April 2026. Selain agenda utama, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Musyawarah Nasional Muslimat Mathla’ul Anwar.