Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar KH Embay Mulya Syarief menyampaikan pidato dalam pembukaan Muktamar ke-21 di Kota Serang, Banten, Sabtu, 11 April 2026
Sejak berdiri, Mathla’ul Anwar berfokus pada pengembangan pendidikan. Organisasi ini memadukan sistem pendidikan modern dengan pendidikan berbasis pesantren. Model tersebut menjadi kekuatan utama dalam mencetak sumber daya manusia yang berilmu dan berakhlak.
Ia juga mengingatkan bahwa pada era 1930-an, Mathla’ul Anwar telah mendirikan sekolah khusus perempuan. Salah satu alumninya adalah Maria Ulfah, yang kemudian menjadi Menteri Sosial pada masa awal kemerdekaan Indonesia.
Saat ini, Mathla’ul Anwar mengelola sekitar 947 madrasah. Sebagian besar tersebar di wilayah Banten. Embay menegaskan organisasi akan terus konsisten bergerak di tiga bidang utama, yaitu pendidikan, dakwah, dan sosial.
Muktamar ke-21 mengusung tema “Membangun Peradaban Umat Menuju Kemandirian Bangsa”. Tema ini menegaskan komitmen organisasi untuk meningkatkan kualitas umat Islam sebagai bagian terbesar dari populasi Indonesia.
Embay menilai peningkatan mutu pendidikan menjadi kunci utama dalam mendorong kemajuan bangsa. Ia menegaskan bahwa muktamar tidak boleh hanya menjadi agenda rutin pergantian kepemimpinan. Forum ini harus menghasilkan langkah nyata untuk meningkatkan kualitas lembaga pendidikan.
Ia juga menyoroti kondisi para guru di daerah terpencil, khususnya di Banten Selatan. Banyak madrasah yang sulit dijangkau kendaraan. Para guru harus berjalan kaki untuk mengajar. Meski menghadapi keterbatasan, mereka tetap menunjukkan dedikasi tinggi.
“Mereka tetap mengajar dengan militansi tinggi, meskipun aksesnya sangat sulit,” ujarnya.