Kekakuan Harga Menjadi Salah Satu Ciri dari Industri Oligopolistik. Jelaskan Secara Komprehensif yang Dimaksud Dengan Kekakuan Harga

Kilas Banten
14 Mei 2025 10:46
4 menit membaca

1. Kurva permintaan memiliki bentuk “patah” di satu titik tertentu. Titik ini disebut sebagai titik harga saat ini, yang biasanya dijaga oleh perusahaan oligopoli.

2. Bagian atas kurva (sebelum patahan) bersifat elastis, artinya jika harga dinaikkan, permintaan akan turun drastis karena konsumen akan berpindah ke pesaing yang tidak menaikkan harga.

3. Bagian bawah kurva (setelah patahan) bersifat inelastis, artinya jika perusahaan menurunkan harga, penurunan permintaan tidak terlalu besar karena pesaing juga akan menurunkan harga, sehingga konsumen tidak memiliki insentif untuk berganti produk.

4. Oleh karena itu, di titik patah tersebut, perusahaan menghadapi kurva marginal revenue (MR) yang terputus.

Akibatnya, bahkan jika terjadi perubahan dalam biaya produksi (misalnya naik atau turun sedikit), harga tetap tidak berubah karena tidak ada dorongan yang jelas untuk menyesuaikan harga.

Contoh Nyata

Baca Juga  Warga Wajib Tahu! RTRW Kota Serang Diubah, Peternakan dan Pangan Jadi Prioritas

Industri seperti operator seluler, bahan bakar kendaraan, atau produsen otomotif menunjukkan pola kekakuan harga ini.

Meski ada perubahan kurs atau biaya logistik, harga jual produk tidak selalu langsung naik atau turun karena masing-masing perusahaan menjaga strategi harga agar tetap kompetitif tanpa memicu reaksi dari pesaing.

Kekakuan harga merupakan karakteristik penting dalam pasar oligopoli yang menggambarkan bagaimana perusahaan saling bergantung dan berhati-hati dalam menetapkan harga.

Kurva permintaan patah menjelaskan secara visual mengapa perusahaan enggan mengubah harga, karena adanya risiko kehilangan pasar atau terlibat dalam perang harga.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *