PAD Kabupaten Serang Jadi Sorotan DPRD, Potensi Parkir Anyer hingga Wisata Pantai Dinilai Masih Bocor

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi 3 DPRD Kabupaten Serang Supiyanto saat menyampaikan pandangan terkait evaluasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2025.

i

Ketua Komisi 3 DPRD Kabupaten Serang Supiyanto saat menyampaikan pandangan terkait evaluasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2025.

 

“Kalau pajak daerah, realisasinya biasanya sangat tinggi, bahkan bisa di atas 95 persen. Tapi retribusi itu kondisinya berbeda,” ujarnya.

 

ADVERTISEMENT

, ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan, retribusi daerah sangat bergantung pada kinerja organisasi perangkat daerah (OPD). Bahkan, pada sektor tertentu seperti kesehatan, retribusi yang masuk ke kas daerah pada akhirnya kembali digunakan oleh instansi terkait.

 

“Retribusi jasa umum dari rumah sakit dan puskesmas itu masuk, tapi kemudian dipakai lagi untuk operasional. Jadi dananya berputar di situ saja,” ucap Supiyanto.

 

Ia menyebut, nilai retribusi dari sektor kesehatan mencapai lebih dari Rp200 miliar. Namun, dampaknya terhadap penguatan fiskal daerah dinilai terbatas.

Baca Juga  Banjir Binuang Kian Parah, DPRD Kabupaten Serang Lakukan Identifikasi Pintu Air Rusak dan Permukiman Terjepit Sawah

 

“Kurang lebih sekitar Rp205 miliar. Angkanya besar, tapi secara riil hanya menambah administrasi karena digunakan kembali,” katanya.

 

Menjelang pembahasan target PAD tahun berikutnya, Supiyanto menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh agar penetapan target lebih realistis dan berbasis potensi lapangan. Ia berharap pemerintah daerah mampu membaca peluang secara lebih cermat, terutama dari sektor parkir dan pariwisata.

 

Dengan pengelolaan yang lebih tertib dan kajian yang matang, Supiyanto optimistis PAD Kabupaten Serang dapat terus ditingkatkan tanpa membebani masyarakat, sekaligus memperkuat kemandirian fiskal daerah.

Penulis : Dayat

Editor : Redaksi Kilas Banten

Follow WhatsApp Channel www.kilasbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Akhir Penantian 30 Tahun, Jembatan Mekarsari Segera Dibangun, Dewan Muhibbin: Dongkrak Ekonomi Warga Kabupaten Serang
Sambut Muktamar NU ke-35, PCNU Kota Serang: Kembali ke Khittah dan Perkuat Solidaritas di Tengah Tekanan Global
PHK Sepihak dan THR Tak Dibayar, PT Asietex Disorot: Mediasi Mandek, Buruh Tuntut Kepastian
Pembahasan LKPJ Bupati Serang 2025 Mandek, OPD Dituding Dewan Tak Disiplin
DPRD Kabupaten Serang Bongkar Bahaya PMI Ilegal, Warga Diingatkan, Jangan Tergiur Jalur Gelap
Alun-Alun Cinangka Berubah Jadi Hutan Liar, DPUPR Kabupaten Serang Bongkar Penyebab Utama
Dijanjikan Kerja di Turki, PMI Asal Lebak Wangi Serang Justru Terlantar di Irak dengan Luka Parah
Siltap 2026 Ngebut Cair, Perangkat Desa Jawilan Bongkar Bukti Janji Bupati Serang Tak Sekadar Wacana
DPRD Kabupaten Serang menilai capaian PAD 2025 belum optimal. Sektor parkir dan wisata pantai, khususnya Anyer, disebut masih menyimpan potensi besar yang belum tergarap maksimal.

Berita Terkait

-

Akhir Penantian 30 Tahun, Jembatan Mekarsari Segera Dibangun, Dewan Muhibbin: Dongkrak Ekonomi Warga Kabupaten Serang

-

Sambut Muktamar NU ke-35, PCNU Kota Serang: Kembali ke Khittah dan Perkuat Solidaritas di Tengah Tekanan Global

-

Pembahasan LKPJ Bupati Serang 2025 Mandek, OPD Dituding Dewan Tak Disiplin

-

DPRD Kabupaten Serang Bongkar Bahaya PMI Ilegal, Warga Diingatkan, Jangan Tergiur Jalur Gelap

-

Alun-Alun Cinangka Berubah Jadi Hutan Liar, DPUPR Kabupaten Serang Bongkar Penyebab Utama

Berita Terbaru