PAD Kabupaten Serang Jadi Sorotan DPRD, Potensi Parkir Anyer hingga Wisata Pantai Dinilai Masih Bocor

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi 3 DPRD Kabupaten Serang Supiyanto saat menyampaikan pandangan terkait evaluasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2025.

i

Ketua Komisi 3 DPRD Kabupaten Serang Supiyanto saat menyampaikan pandangan terkait evaluasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2025.

 

Supiyanto menilai, aktivitas parkir di Anyer, terutama saat akhir pekan dan musim liburan, terbilang cukup ramai. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya tercermin dalam kontribusi terhadap PAD.

 

ADVERTISEMENT

, ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau kita lihat kondisi di Anyer, saat hari libur parkir itu sebenarnya cukup padat. Tinggal bagaimana potensi itu bisa dikelola dengan baik dan memberikan pemasukan maksimal bagi daerah,” ujarnya.

 

Ia menekankan perlunya kajian ulang terhadap pengelolaan parkir di kawasan wisata pantai terbuka. Supiyanto membedakan antara parkir yang berada di area hotel dengan parkir di pantai umum.

 

Menurutnya, parkir di lingkungan hotel relatif lebih tertib dan terdata karena sudah masuk dalam sistem pajak dan retribusi resmi. Hotel juga menjadi objek berbagai jenis pajak daerah.

Baca Juga  Banjir Binuang Kian Parah, DPRD Kabupaten Serang Lakukan Identifikasi Pintu Air Rusak dan Permukiman Terjepit Sawah

 

“Hotel itu dikenakan pajak hotel, pajak restoran, pajak parkir, pajak reklame, sampai pajak air bawah tanah. Semua sudah tercatat dan masuk ke pendapatan daerah,” jelasnya.

 

Sebaliknya, parkir di kawasan pantai terbuka dinilai masih memiliki potensi kebocoran. Supiyanto menilai hal ini terjadi karena pengelolaannya belum sepenuhnya tertata dan terintegrasi dengan sistem pendapatan daerah.

 

“Oleh karena itu, perlu ada kajian dan penataan ulang, supaya potensi parkir di pantai umum bisa memberikan kontribusi yang lebih signifikan,” katanya.

 

Selain sektor parkir, Supiyanto juga menyoroti perbedaan kinerja antara pajak daerah dan retribusi daerah. Ia menyebut, pajak daerah selama ini menjadi penyumbang PAD yang paling stabil dan optimal.

Penulis : Dayat

Editor : Redaksi Kilas Banten

Follow WhatsApp Channel www.kilasbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Akhir Penantian 30 Tahun, Jembatan Mekarsari Segera Dibangun, Dewan Muhibbin: Dongkrak Ekonomi Warga Kabupaten Serang
Sambut Muktamar NU ke-35, PCNU Kota Serang: Kembali ke Khittah dan Perkuat Solidaritas di Tengah Tekanan Global
PHK Sepihak dan THR Tak Dibayar, PT Asietex Disorot: Mediasi Mandek, Buruh Tuntut Kepastian
Pembahasan LKPJ Bupati Serang 2025 Mandek, OPD Dituding Dewan Tak Disiplin
DPRD Kabupaten Serang Bongkar Bahaya PMI Ilegal, Warga Diingatkan, Jangan Tergiur Jalur Gelap
Alun-Alun Cinangka Berubah Jadi Hutan Liar, DPUPR Kabupaten Serang Bongkar Penyebab Utama
Dijanjikan Kerja di Turki, PMI Asal Lebak Wangi Serang Justru Terlantar di Irak dengan Luka Parah
Siltap 2026 Ngebut Cair, Perangkat Desa Jawilan Bongkar Bukti Janji Bupati Serang Tak Sekadar Wacana
DPRD Kabupaten Serang menilai capaian PAD 2025 belum optimal. Sektor parkir dan wisata pantai, khususnya Anyer, disebut masih menyimpan potensi besar yang belum tergarap maksimal.

Berita Terkait

-

Akhir Penantian 30 Tahun, Jembatan Mekarsari Segera Dibangun, Dewan Muhibbin: Dongkrak Ekonomi Warga Kabupaten Serang

-

Sambut Muktamar NU ke-35, PCNU Kota Serang: Kembali ke Khittah dan Perkuat Solidaritas di Tengah Tekanan Global

-

Pembahasan LKPJ Bupati Serang 2025 Mandek, OPD Dituding Dewan Tak Disiplin

-

DPRD Kabupaten Serang Bongkar Bahaya PMI Ilegal, Warga Diingatkan, Jangan Tergiur Jalur Gelap

-

Alun-Alun Cinangka Berubah Jadi Hutan Liar, DPUPR Kabupaten Serang Bongkar Penyebab Utama

Berita Terbaru