Dalam kitab tersebut, terdapat anjuran untuk mencintai saudara sebagaimana mencintai diri sendiri. Para ulama menafsirkan kata “saudara” tidak terbatas pada sesama Muslim.
“Imam Suhaimi menafsirkan lafaz ‘akhun’ itu walau kafiron. Artinya, mencintai saudara juga berlaku kepada non-Muslim,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa menyayangi sesama manusia tidak akan mengurangi keimanan. Sebaliknya, sikap tersebut justru mencerminkan nilai Islam sebagai rahmatan lil alamin.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Melalui penjelasan ini, KH Achmad Moenifi berharap masyarakat tidak lagi terjebak dalam polemik yang terus berulang setiap tahun. Ia mengajak umat Islam untuk memahami perbedaan antara akidah dan muamalah, serta menjaga toleransi dan keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten

















