Rakernas APDESI Merah Putih Dibuka Andra Soni, Program Desa Mandiri dan Kandang Ayam Massal Jadi Sorotan

Kilas Banten
12 Jun 2026 17:30
Banten 0
4 menit membaca

 

Menurut Johan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian serta Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional terkait pengembangan program tersebut.

 

“Kami selalu berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian dan ATR/BPN terkait rencana itu. Kami meyakini, dengan program itu ekonomi kerakyatan akan tumbuh,” katanya.

 

Dalam Rakernas tersebut, APDESI Merah Putih juga menyiapkan sejumlah rekomendasi strategis untuk pemerintah. Salah satunya adalah usulan pemberian lahan Hak Guna Usaha (HGU) kepada pemerintah desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) maupun koperasi desa.

 

Selain itu, organisasi tersebut juga mengusulkan agar program cetak sawah dapat langsung dikelola pemerintah desa sehingga manfaat ekonomi yang dihasilkan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat desa.

Baca Juga  Natal 2025 Dijaga Ketat, Gubernur Andra Soni, Forkopimda bersama FKUB Turun Langsung ke Gereja, Banten Aman dan Kondusif

 

Ketua APDESI Merah Putih Anwar Sadat menilai berbagai program tersebut menjadi langkah penting untuk memperkuat kemandirian desa di tengah kebijakan penyesuaian dan realokasi anggaran pemerintah.

 

Ia berharap seluruh pemerintah desa di Indonesia yang jumlahnya mencapai 75.265 desa di 37 provinsi dapat menjadi motor penggerak ekonomi nasional. Menurutnya, desa harus tetap memiliki kedaulatan dan peran strategis karena kemajuan bangsa tidak bisa dipisahkan dari kemajuan desa.

 

“Harapannya Pemdes yang jumlahnya mencapai 75.265 di 37 provinsi itu bisa mendominasi perekonomian nasional. Maka dari itu desa tidak boleh dihilangkan kedaulatan dan perannya, karena yang bisa merepresentasikan kemajuan bangsa adalah desa,” jelasnya.***