Wali Kota Tangerang Sachrudin mengajak DKM dan DMI menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan generasi muda, pendidikan akhlak, hingga pemberdayaan sosial masyarakat.
Ia menilai masjid dapat menjadi ruang strategis untuk memperkuat moral masyarakat sekaligus menjaga kehidupan sosial yang harmonis. Karena itu, keberadaan DKM dan DMI dinilai sangat penting sebagai mitra pemerintah dalam menjaga persatuan dan kerukunan warga.
“Karena membangun kota bukan hanya soal infrastruktur, bukan hanya soal jalan dan gedung semata. Tetapi juga bagaimana kita membangun karakter masyarakatnya, memperkuat nilai kebersamaan, serta menjaga kehidupan yang harmonis dan penuh toleransi,” katanya.
Sachrudin juga mengajak seluruh pengurus masjid untuk menciptakan lingkungan yang nyaman bagi generasi muda. Ia berharap masjid tidak lagi dipandang sebagai tempat yang kaku, tetapi menjadi ruang terbuka untuk belajar, berkegiatan dan mengembangkan kreativitas.
Menurutnya, anak muda perlu dirangkul sejak dini agar memiliki kedekatan dengan lingkungan masjid. Langkah tersebut dinilai penting untuk membangun generasi yang memiliki kepedulian sosial, karakter kuat dan akhlak yang baik.
“Saya juga mengajak seluruh pengurus DKM dan DMI untuk terus menjadikan masjid sebagai ruang yang nyaman bagi generasi muda. Rangkul anak-anak muda kita. Berikan mereka ruang untuk belajar, berkegiatan, berkreasi, dan bertumbuh di lingkungan masjid,” ujarnya.
Ia menambahkan, masjid memiliki peran besar dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Dalam pandangannya, keterlibatan anak muda dalam kegiatan masjid juga menjadi langkah penting untuk menjaga nilai-nilai keislaman tetap relevan di tengah perkembangan zaman dan perubahan sosial masyarakat.