“Pak Gubernur menegaskan akan mengupayakan solusi teknis yang diperlukan. Masalah pendangkalan dan sedimentasi Sungai Ciwaka akan ditangani secara serius,” ujar Muhibbin.
Sebagai langkah lanjutan, Pemerintah Provinsi Banten bersama Pemerintah Kabupaten Serang dan Pemerintah Kota Serang akan menggelar rapat gabungan. Rapat tersebut dijadwalkan berlangsung dini hari sekitar pukul 02.00 WIB dan melibatkan Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian atau BBWS C3.
Rapat lintas wilayah ini bertujuan mengurai persoalan banjir yang kerap terjadi akibat luapan sungai di kawasan perbatasan administrasi. Pemerintah daerah ingin memastikan penanganan dilakukan secara terkoordinasi sesuai kewenangan masing-masing.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Muhibbin menilai langkah cepat ini mencerminkan kehadiran negara di tengah masyarakat. Ia menegaskan pemerintah provinsi dan kabupaten memiliki komitmen kuat untuk menangani persoalan banjir secara terukur dan berkelanjutan.
“Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kabupaten Serang akan mengambil langkah sesuai kewenangannya untuk mengatasi banjir ini,” ujarnya.
Data sementara menunjukkan dampak banjir cukup signifikan. Di Kampung Cigelam, Desa Cigelam, tercatat 115 rumah warga terdampak. Sementara di Kampung Cikele, Desa Cigelam, sebanyak 50 rumah turut terendam. Total rumah terdampak mencapai 165 unit.
Selain menyiapkan solusi jangka panjang, pemerintah juga bergerak cepat melakukan penanganan darurat. Pemerintah Provinsi Banten, Pemerintah Kabupaten Serang, serta Polres Serang Kabupaten turun langsung menyalurkan bantuan bagi warga terdampak.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


















