Sachrudin menjelaskan, pengadaan armada kebersihan tersebut bersumber dari kontribusi masyarakat melalui pajak dan retribusi sampah. Ia menegaskan bahwa dana yang dibayarkan warga dikembalikan dalam bentuk fasilitas pelayanan publik.
“Ini berasal dari uang masyarakat. Dari kesadaran membayar pajak dan retribusi sampah, lalu dikembalikan lagi untuk kepentingan warga sendiri demi menjaga kebersihan lingkungan,” kata Sachrudin.
Di hadapan Kepala DLH Kota Tangerang, Camat Cipondoh, dan tokoh masyarakat, Sachrudin juga menanggapi aspirasi warga terkait percepatan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Ia mengakui, keberadaan TPST sangat dibutuhkan untuk mengurangi beban sampah sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, sambil menunggu proses pembangunan TPST rampung, Sachrudin meminta masyarakat untuk membiasakan PHBS secara konsisten. Menurutnya, upaya memilah sampah dari rumah menjadi langkah awal yang efektif dalam menekan volume sampah.
“Masalah kebersihan berdampak langsung pada kesehatan kita semua. Mulai pilah sampah dari rumah, buang sampah pada tempatnya, dan hidupkan kembali semangat gotong royong membersihkan lingkungan,” ucapnya.
Sachrudin menjelaskan, TPST memiliki fungsi yang lebih luas dibanding Tempat Penampungan Sementara. Selain menampung dan memilah sampah, TPST dilengkapi fasilitas pengolahan yang memungkinkan sampah diubah menjadi produk bernilai ekonomi atau energi dengan dukungan teknologi modern.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana CFD, Iskandar Idris, mengapresiasi perhatian Pemkot Tangerang terhadap persoalan kebersihan di wilayahnya. Ia menilai peremajaan armada pengangkut sampah sangat membantu warga yang selama ini menghadapi keterbatasan sarana.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















