Momen penandatanganan kerja sama antara UIN Banten dan Bank Indonesia Perwakilan Banten dalam peluncuran program kebanksentralan 2026 di BSD City, Selasa, 7 April 2026
Dedi menegaskan bahwa manfaat kerja sama tidak hanya dirasakan mahasiswa. Dosen dan masyarakat juga akan mendapatkan dampak melalui program riset dan pengabdian. “Kerja sama ini diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi seluruh civitas akademika dan masyarakat,” katanya.
Bank Indonesia turut memperluas skema bantuan pendidikan. Mahasiswa kini dapat mengakses dukungan untuk penulisan skripsi, tesis, hingga disertasi dengan fokus kajian kebanksentralan. Sementara itu, dosen memperoleh peluang mendapatkan pendanaan riset melalui BI Institute lewat platform Spectro.
Perluasan juga menyasar program studi baru. Jika sebelumnya bantuan terbatas pada jurusan ekonomi dan sosial, kini program mencakup Prodi Matematika dan Teknologi Informasi. Di UIN Banten, total kuota penerima bantuan mencapai 60 mahasiswa.
Dalam kegiatan tersebut, panitia juga mengumumkan perluasan cakupan program secara regional. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta resmi masuk dalam koordinasi program di wilayah Banten. Selain itu, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa juga menjadi bagian dari program ini.
Untuk tahun 2026, kuota bantuan pendidikan meningkat signifikan. UIN Banten mendapatkan 60 penerima, sementara UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa masing-masing memperoleh 130 penerima.
Program Bantuan Pendidikan Kebanksentralan 2026 tidak hanya berfokus pada bantuan finansial. Kegiatan juga mencakup kuliah umum, workshop, hingga kompetisi ilmiah. Seluruh rangkaian program dirancang untuk memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap peran bank sentral dalam perekonomian nasional.