A’wan PBNU KH Matin Syarkowi: Jalan Islah Dinilai Buntu, Rais Aam dan Ketum Diminta Mundur Usai Musyawarah Kubro Lirboyo

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

A’wan PBNU KH Matin Syarkowi saat memberikan keterangan terkait polemik internal PBNU pasca Musyawarah Kubro di Pondok Pesantren Lirboyo, saat ditemui di Kota Serang, Rabu, 24 Desember 2025

i

A’wan PBNU KH Matin Syarkowi saat memberikan keterangan terkait polemik internal PBNU pasca Musyawarah Kubro di Pondok Pesantren Lirboyo, saat ditemui di Kota Serang, Rabu, 24 Desember 2025

KILAS BANTEN – Polemik internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) belum mereda pasca Musyawarah Kubro di Pondok Pesantren Lirboyo. A’wan PBNU Masa Khidmat 2022-2027, KH Matin Syarkowi menyampaikan pandangan kritis terhadap arah penyelesaian konflik yang berkembang di tubuh organisasi keagamaan terbesar di Indonesia itu. Ia menilai peluang islah atau rekonsiliasi kian menyempit.

Pernyataan ini disampaikan KH Matin menanggapi sikap Rais Aam PBNU KH Miftcahul Akhyar yang sebelumnya disampaikan melalui media arus utama di platform YouTube dan diunggah pada Selasa malam, 23 Desember 2025. Menurut KH Matin, pernyataan tersebut justru memunculkan kesan bahwa jalan damai di internal PBNU berada di titik buntu.

“Ketika saya mendengar pernyataan itu dari media mainstream, kesan awal saya justru menunjukkan bahwa jalan islah seolah tertutup. Mudah-mudahan penilaian saya keliru,” ujar KH Matin saat ditemui di Pondok Pesantren Al-Fathaniyah Tengkele, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Rabu, 24 Desember 2025.

Ia mengungkapkan, persoalan di tubuh PBNU bukan hal baru. Konflik dan kegelisahan, menurutnya, sudah lama dirasakan baik oleh kalangan struktural maupun kultural NU. Karena itu, setiap pernyataan pimpinan puncak PBNU semestinya mempertimbangkan dampak lanjutan yang bisa memperpanjang polemik.

KH Matin secara terbuka menyoroti kepemimpinan PBNU periode saat ini yang berada di bawah Rais Aam KH Miftcahul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf.

Ia menilai sejumlah kebijakan yang diambil tidak sejalan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) NU.

Penulis : Dayat

Editor : Redaksi Kilas Banten

Follow WhatsApp Channel www.kilasbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Retreat Nasional di Magelang, Ketua DPRD Kabupaten Serang Tekankan Peran Gen Z sebagai Kunci Indonesia Emas 2045
Di Harlah PMII ke-66, Tokoh Nasional PB IKA PMII Berkumpul, Konsolidasi Kebangsaan Menguat di Jakarta
Kongres IMAKIPSI XIII Meledak di Mataram, Mahasiswa Kependidikan Deklarasikan Perang Total Ketimpangan Pendidikan 3T
PPP Banten Resmi Dipimpin Neng Siti Julaiha, Bakal Pasang Target Ambisius Menang Besar di Pemilu 2029
Gelombang 2.500 Alumni Padati Istiqlal, Silatnas IKTASA Ciwaringin Tegaskan Kekuatan Besar Pesantren untuk Bangsa
Geger! Program MBG di Bone Tersendat, SPPG Macege Disetop Mendadak Diduga Abaikan Standar Lingkungan
Ledakan Semangat Anak Muda, PeaceLab Jadi Motor Baru Gerakan Perdamaian Berbasis Budaya dan Sejarah
Himbauan Mudik 2026, Dewan Pembina DPP Biwali KH Matin Syarkowi Ingatkan Bahaya Ngebut: Nyawa Taruhannya
A’wan PBNU KH Matin Syarkowi menilai jalan islah di tubuh PBNU semakin buntu pasca Musyawarah Kubro Lirboyo. Ia meminta Rais Aam dan Ketua Umum PBNU mundur demi menjaga marwah dan konstitusi NU.

Berita Terkait

-

Retreat Nasional di Magelang, Ketua DPRD Kabupaten Serang Tekankan Peran Gen Z sebagai Kunci Indonesia Emas 2045

-

Di Harlah PMII ke-66, Tokoh Nasional PB IKA PMII Berkumpul, Konsolidasi Kebangsaan Menguat di Jakarta

-

Kongres IMAKIPSI XIII Meledak di Mataram, Mahasiswa Kependidikan Deklarasikan Perang Total Ketimpangan Pendidikan 3T

-

PPP Banten Resmi Dipimpin Neng Siti Julaiha, Bakal Pasang Target Ambisius Menang Besar di Pemilu 2029

-

Gelombang 2.500 Alumni Padati Istiqlal, Silatnas IKTASA Ciwaringin Tegaskan Kekuatan Besar Pesantren untuk Bangsa

Berita Terbaru