KILAS BANTEN – Bencana longsor kembali menghantam wilayah Kabupaten Serang. Kali ini, longsor menerjang Kampung Kedung Cinde, Desa Katulisan, Kecamatan Cikeusal. Peristiwa tersebut dipicu hujan deras yang turun dalam beberapa hari terakhir dan menyebabkan Sungai Cisangu meluap. Aliran air yang deras menggerus bantaran sungai hingga memicu longsoran tanah dan mengancam permukiman warga.
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah langsung turun ke lokasi pada Senin sore, 5 Januari 2026. Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Serang itu memastikan penanganan darurat berjalan dan warga terdampak mendapatkan perlindungan sementara.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Posisi rumah warga memang berada di pinggir Sungai Cisangu. Longsorannya cukup dalam, kurang lebih mencapai delapan meter,” ujar Ratu Zakiyah.
Berdasarkan data sementara, sebanyak 25 rumah terdampak akibat longsor tersebut. Dari jumlah itu, tiga rumah mengalami kerusakan berat dan satu rumah dinyatakan tidak lagi layak huni. Kondisi paling parah dialami satu keluarga yang rumahnya tertimbun longsoran hingga lebih dari separuh bangunan.
Melihat situasi tersebut, Ratu Zakiyah langsung mengambil langkah cepat. Ia memutuskan untuk merelokasi satu keluarga yang terdampak paling parah ke rumah kontrakan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mitigasi risiko demi mencegah ancaman lanjutan, mengingat kondisi tanah di sekitar bantaran sungai masih labil.
“Saya minta warga yang kondisinya paling parah untuk direlokasi sementara. Alhamdulillah, ada warga sekitar yang bersedia menyewakan rumahnya,” kata Ratu Zakiyah.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















