KILAS BANTEN – Persoalan sampah dan kebersihan lingkungan di Kota Serang kini menjadi atensi prioritas Pemkot Serang.
Asisten Administrasi Umum (ASDA III) Kota Serang, Kusna Ramdani, menegaskan bahwa penanganan sampah bukan sekadar masalah estetika, melainkan cerminan wibawa pemerintah dan tolok ukur kualitas pelayanan publik.
Hal tersebut disampaikan Kusna saat memimpin apel pagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang digelar Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) di Alun-Alun Barat Kota Serang, Senin, 2 Februari 2026.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Fokus di Titik Krusial: Pasar hingga Royal Baroe
Dalam arahannya, Kusna menyoroti sejumlah titik krusial yang kerap menjadi lokasi penumpukan sampah, seperti kawasan pasar, terminal, bahu jalan, hingga area perbelanjaan Royal Baroe.
Menurutnya, tumpukan sampah yang dibiarkan tidak hanya merusak wajah kota, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan serius serta pencemaran air dan tanah.
“Masalah ini bukan hanya soal kebersihan semata, tetapi juga menyangkut wibawa pemerintah dan kualitas pelayanan publik yang diberikan kepada masyarakat,” tegas Kusna di hadapan para ASN.
Untuk itu, ia meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk memperkuat sinergi di lapangan. Koordinasi lintas sektor dinilai mutlak diperlukan agar ego sektoral tidak menghambat penanganan kebersihan kota.
5 Formula Strategis Pengendalian Sampah
Guna mengakhiri polemik sampah liar, Pemkot Serang merumuskan lima formula strategis yang akan diimplementasikan secara menyeluruh:
Penulis : Taman
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 Selanjutnya

















