Melalui Forum Rektor PTKIN Dorong RPL Diperluas dan UKT Berkeadilan Jadi Garis Keras

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para pimpinan PTKIN mengikuti Forum Rektor PTKIN di Medan, Sumatera Utara, yang membahas reformasi akademik, perluasan RPL, dan kebijakan UKT berkeadilan.

i

Para pimpinan PTKIN mengikuti Forum Rektor PTKIN di Medan, Sumatera Utara, yang membahas reformasi akademik, perluasan RPL, dan kebijakan UKT berkeadilan.

KILAS BANTEN – Forum Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) menegaskan arah baru reformasi pendidikan tinggi keagamaan Islam. Forum ini mendorong perluasan penerapan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) serta penataan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang lebih berkeadilan. Kesepakatan tersebut mengemuka dalam Forum Rektor PTKIN yang berlangsung di Medan, Sumatera Utara, pada 29–30 Januari 2026.

 

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama RI, Prof Dr Phil Sahiron MA, mengatakan RPL tidak harus diterapkan secara penuh sejak awal masa studi mahasiswa. PTKIN, kata dia, dapat menerapkan RPL secara parsial pada semester tertentu sesuai kebutuhan dan karakteristik mahasiswa.

ADVERTISEMENT

, ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Skema ini dinilai memberi fleksibilitas akademik, terutama bagi mahasiswa yang memiliki pengalaman kerja, pendidikan nonformal, atau kompetensi lain yang relevan dengan program studi. Dengan pendekatan tersebut, capaian pembelajaran mahasiswa dapat diakui tanpa mengorbankan mutu akademik.

Baca Juga  UIN SMH Banten Perkuat Sinergi dengan Pemkot Serang, Siap Dorong Pembangunan dan SDM Daerah

 

“RPL dapat diterapkan tanpa menurunkan standar mutu akademik di PTKIN,” ujar Sahiron dalam keterangan tertulis yang diterima Selasa, 3 Februari 2026.

 

Ia menjelaskan, Forum Rektor PTKIN juga mendorong perubahan paradigma dalam memaknai rekognisi akademik. Rekognisi tidak lagi dipahami sebatas pengakuan mata kuliah tertentu, tetapi sebagai pengakuan menyeluruh atas capaian pembelajaran mahasiswa.

 

Pendekatan ini menuntut pembenahan sistem akademik secara komprehensif. Kurikulum, sistem penilaian, dan asesmen harus berbasis pada capaian pembelajaran atau learning outcomes yang terukur, relevan, dan kontekstual dengan kebutuhan masyarakat.

Penulis : Dayat

Editor : Redaksi Kilas Banten

Follow WhatsApp Channel www.kilasbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Di Harlah PMII ke-66, Fathan Subchi: Jangan Sekadar Bergerak, Harus Berdampak Nyata
Heboh Ikan Sapu-sapu Dikubur Hidup-hidup, Rektor UIN Banten Prof Ishom Sebut Boleh, Tapi Soroti Etika dan Cara Manusiawi
Retreat Nasional di Magelang, Ketua DPRD Kabupaten Serang Tekankan Peran Gen Z sebagai Kunci Indonesia Emas 2045
Di Harlah PMII ke-66, Tokoh Nasional PB IKA PMII Berkumpul, Konsolidasi Kebangsaan Menguat di Jakarta
Kongres IMAKIPSI XIII Meledak di Mataram, Mahasiswa Kependidikan Deklarasikan Perang Total Ketimpangan Pendidikan 3T
PPP Banten Resmi Dipimpin Neng Siti Julaiha, Bakal Pasang Target Ambisius Menang Besar di Pemilu 2029
Gelombang 2.500 Alumni Padati Istiqlal, Silatnas IKTASA Ciwaringin Tegaskan Kekuatan Besar Pesantren untuk Bangsa
Geger! Program MBG di Bone Tersendat, SPPG Macege Disetop Mendadak Diduga Abaikan Standar Lingkungan
Forum Rektor PTKIN di Medan sepakat memperluas Rekognisi Pembelajaran Lampau dan menata UKT berkeadilan. Kebijakan ini dinilai krusial untuk fleksibilitas akademik dan keadilan sosial mahasiswa.

Berita Terkait

-

Di Harlah PMII ke-66, Fathan Subchi: Jangan Sekadar Bergerak, Harus Berdampak Nyata

-

Heboh Ikan Sapu-sapu Dikubur Hidup-hidup, Rektor UIN Banten Prof Ishom Sebut Boleh, Tapi Soroti Etika dan Cara Manusiawi

-

Retreat Nasional di Magelang, Ketua DPRD Kabupaten Serang Tekankan Peran Gen Z sebagai Kunci Indonesia Emas 2045

-

Di Harlah PMII ke-66, Tokoh Nasional PB IKA PMII Berkumpul, Konsolidasi Kebangsaan Menguat di Jakarta

-

Kongres IMAKIPSI XIII Meledak di Mataram, Mahasiswa Kependidikan Deklarasikan Perang Total Ketimpangan Pendidikan 3T

Berita Terbaru