Wakil Wali Kota Tangerang Maryono saat mengikuti Executive Workshop Region/City Branding di Yogyakarta untuk memperkuat identitas dan daya saing Kota Tangerang.
Menurut Maryono, seluruh potensi itu harus dikemas secara terarah dan terintegrasi agar mampu meningkatkan citra Kota Tangerang, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Kita ingin semua potensi itu dapat dikemas lebih terarah dan terintegrasi. Karena city branding bukan hanya soal slogan, tetapi bagaimana membangun kebanggaan masyarakat terhadap kotanya sekaligus menciptakan daya tarik bagi investor dan wisatawan,” katanya.
Ia menilai, penguatan city branding memiliki dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Identitas kota yang kuat diyakini mampu meningkatkan kepercayaan investor sekaligus membuka peluang lebih luas bagi pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Selain itu, city branding juga dianggap penting untuk menumbuhkan rasa memiliki masyarakat terhadap daerahnya sendiri. Dengan identitas kota yang jelas, warga diharapkan semakin bangga dan ikut aktif dalam pembangunan daerah.
Workshop tersebut menghadirkan sejumlah narasumber nasional yang memiliki pengalaman dalam pengembangan branding wilayah dan ekonomi kreatif. Mereka di antaranya pendiri MBloc, Handoko Hendroyono, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, serta mantan Bupati Banyuwangi periode 2016–2021, Abdullah Azwar Anas.
Para narasumber membagikan pengalaman terkait strategi membangun identitas daerah melalui pengembangan budaya lokal, penciptaan ruang kreatif, promosi wisata, hingga inovasi pelayanan publik.
Maryono berharap berbagai wawasan yang diperoleh dari workshop tersebut dapat menjadi referensi penting bagi Pemerintah Kota Tangerang dalam menyusun strategi promosi daerah yang lebih efektif dan berkelanjutan.