Ia menilai, jika pola tersebut terus berlanjut, tekanan terhadap APBD Kabupaten Serang akan semakin berat. Menurutnya, anggaran puluhan miliar rupiah itu seharusnya bisa dialokasikan untuk sektor lain yang lebih mendesak, seperti peningkatan pelayanan publik, pembangunan infrastruktur dasar, hingga program kesejahteraan masyarakat.
Sebagai langkah keluar dari persoalan tersebut, DPRD mendorong pemerintah daerah untuk segera memiliki Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sendiri. Jika pembangunan TPA membutuhkan waktu panjang, Azwar Anas mengusulkan solusi antara berupa pembangunan depo-depo sampah di setiap kecamatan.
“Kabupaten Serang punya wilayah yang luas. Sayang kalau tidak dimanfaatkan. Minimal, kita punya depo sampah di tiap kecamatan sebagai solusi sementara,” katanya.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, keberadaan depo sampah di tingkat kecamatan akan mengurangi beban pengiriman ke satu titik pembuangan. Selain itu, sistem tersebut dinilai lebih efisien karena jarak angkut lebih pendek dan pengelolaan sampah bisa dilakukan lebih dekat dengan sumbernya.
Azwar Anas menambahkan, gagasan pembenahan sistem pengelolaan sampah bukan hal baru. DPRD, khususnya Komisi IV, telah lama mendorong pemerintah daerah agar lebih serius menangani persoalan yang kerap menjadi keluhan masyarakat tersebut.
“Kita di DPRD sering menerima pertanyaan dan keluhan masyarakat soal sampah. Jadi persoalan ini memang harus didorong bersama,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan hasil estimasi biaya dari dinas terkait yang menyebutkan bahwa pengiriman sampah ke luar daerah bisa menelan anggaran lebih dari Rp25 miliar per tahun. Angka tersebut dinilai sangat membebani keuangan daerah jika terus dibiarkan.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


















