“Itu hitungan per tahun, bukan per bulan. Angkanya besar sekali,” katanya.
Selain faktor biaya, volume sampah juga menjadi persoalan serius. Kabupaten Serang diperkirakan menghasilkan sekitar 1.500 ton sampah setiap hari. Dengan jumlah sebesar itu, ketergantungan pada daerah lain dinilai tidak realistis untuk jangka panjang.
“Kita ini PAD-nya sekitar Rp1,2 sampai Rp1,3 triliun. Tidak mungkin terus membiayai pengiriman sampah dengan biaya sebesar itu,” jelas Azwar Anas.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menegaskan, pemerintah daerah perlu segera mengambil keputusan strategis, baik melalui pembangunan TPA regional maupun penerapan sistem depo sampah sementara. Menurutnya, keberanian dalam menentukan arah kebijakan menjadi kunci agar persoalan sampah tidak terus menjadi bom waktu bagi Kabupaten Serang.
“Intinya, kita harus segera punya solusi. Jangan sampai masalah sampah justru menghambat pembangunan daerah ke depan,” pungkasnya.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten


















