DLH Kalim TPS Bolang Lebak Wangi Sudah Ditutup, Warga Temukan Sampah Masih Menumpuk, Dikirim Diam-diam?

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tumpukan sampah terlihat di area TPS Bolang, Kampung Karang Jetak, Desa Bolang, Kecamatan Lebakwangi, meski lokasi tersebut diklaim telah ditutup sejak Oktober 2025.

i

Tumpukan sampah terlihat di area TPS Bolang, Kampung Karang Jetak, Desa Bolang, Kecamatan Lebakwangi, meski lokasi tersebut diklaim telah ditutup sejak Oktober 2025.

Lahan TPS Bolang memiliki luas sekitar 14 hektare dan selama masa operasional sempat dimanfaatkan warga sekitar untuk memilah sampah bernilai ekonomis. Aktivitas tersebut memberi tambahan penghasilan bagi sebagian masyarakat.

DLH Kabupaten Serang menyatakan menghormati aspirasi masyarakat tersebut. Pemerintah daerah memastikan penanganan sampah akan dialihkan ke lokasi lain yang telah ditetapkan dan sesuai dengan perencanaan pengelolaan lingkungan.

“TPS di Lebak Wangi udah resmi kita tutup, sesuai surat resmi yang telah kita keluarkan sejak 24 Oktober 2025 lalu,” ujar Sarudin, saat ditemui di Pendopo Bupati Serang, pada Selasa, 9 Desember 2025 lalu.

ADVERTISEMENT

, ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski DLH menyatakan TPS Bolang telah ditutup total, pernyataan itu dibantah oleh warga setempat. Ketua RT Kampung Karang Jetak Lebakwangi, Saekhi, mengaku masih menemukan tumpukan sampah baru di lokasi tersebut, terutama pada pagi hari.

Baca Juga  Sungai Ciwaka Meluap, 165 Rumah Terendam, Muhibbin: Gubernur Banten dan Bupati Serang Turun Tangan Tangani Banjir Ciruas

“Saya lihat sendiri. Kalau siang tidak ada mobil yang masuk. Tapi pagi-pagi sudah ada tumpukan sampah baru. Itu bukan sampah warga sini,” kata Saekhi, Selasa, 23 Desember 2025.

Menurutnya, volume sampah yang ditemukan tidak sebanding dengan jumlah penduduk di lingkungan sekitar. Ia menilai tidak mungkin sampah tersebut berasal dari warga RT setempat atau gabungan beberapa RT di sekitar lokasi.

“Kalau dari warga, enggak mungkin numpuknya sebanyak itu. Paling satu atau dua karung. Ini tumpukannya besar, seperti dari mobil,” ujarnya.

Saekhi menduga pembuangan sampah dilakukan secara sembunyi-sembunyi pada malam hari untuk menghindari pengawasan warga.

Penulis : Dayat

Editor : Redaksi Kilas Banten

Follow WhatsApp Channel www.kilasbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Kabupaten Serang Bongkar Bahaya PMI Ilegal, Warga Diingatkan, Jangan Tergiur Jalur Gelap
Alun-Alun Cinangka Berubah Jadi Hutan Liar, DPUPR Kabupaten Serang Bongkar Penyebab Utama
Dijanjikan Kerja di Turki, PMI Asal Lebak Wangi Serang Justru Terlantar di Irak dengan Luka Parah
Siltap 2026 Ngebut Cair, Perangkat Desa Jawilan Bongkar Bukti Janji Bupati Serang Tak Sekadar Wacana
Gelombang Soliditas NU Menggema di Kota Serang, Halalbihalal 2026 Tegaskan Kekuatan Akar Rumput di Tengah Arus Zaman
Senyap di Sore Hari, Motor Warga Komplek Tembong Kota Serang Indah Disikat, Perempuan Misterius Jadi Sorotan Polisi
PCNU Kota Serang dan UIN Banten di Pelatihan Kepeloporan Moderasi Beragama, Siapkan Generasi Muda soal Tantangan Digital dan Ancaman Radikalisme
Sosialisasi PBB-P2 di Desa Tirtayasa, Bapenda Kabupaten Serang Dorong Kesadaran Pajak Masyarakat
TPS Bolang di Lebakwangi resmi ditutup DLH Kabupaten Serang sejak Oktober 2025. Namun warga mengaku masih menemukan tumpukan sampah baru setiap pagi. Ada apa di balik penutupan ini?

Berita Terkait

-

DPRD Kabupaten Serang Bongkar Bahaya PMI Ilegal, Warga Diingatkan, Jangan Tergiur Jalur Gelap

-

Alun-Alun Cinangka Berubah Jadi Hutan Liar, DPUPR Kabupaten Serang Bongkar Penyebab Utama

-

Dijanjikan Kerja di Turki, PMI Asal Lebak Wangi Serang Justru Terlantar di Irak dengan Luka Parah

-

Siltap 2026 Ngebut Cair, Perangkat Desa Jawilan Bongkar Bukti Janji Bupati Serang Tak Sekadar Wacana

-

Gelombang Soliditas NU Menggema di Kota Serang, Halalbihalal 2026 Tegaskan Kekuatan Akar Rumput di Tengah Arus Zaman

Berita Terbaru