Ia menjelaskan bahwa perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga Sidratul Muntaha mengandung pesan tentang keimanan, ilmu pengetahuan, dan keterbukaan berpikir.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Peristiwa ini mengajarkan bahwa iman dan ilmu tidak bisa dipisahkan,” ujar KH Matin.
KH Matin menambahkan, Isra Mi’raj juga mengajak manusia untuk tidak membatasi akal dan rasa ingin tahu. Perjalanan yang dahulu dianggap mustahil secara logika, kini dapat dipahami melalui kemajuan teknologi.
“Ini menjadi pengingat bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi adalah karunia Tuhan yang harus dimanfaatkan untuk kebaikan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, KH Matin juga menyoroti pentingnya rasa syukur hidup di tengah keberagaman. Ia menilai perbedaan suku, bahasa, budaya, dan keyakinan sebagai kekayaan bangsa yang wajib dijaga. Ia mengingatkan agar kebebasan berekspresi tetap berlandaskan adab dan saling menghormati.
“Adab adalah pembeda utama manusia dengan makhluk lain,” tegasnya.
Sementara itu, Asisten Daerah I Kota Serang, Subagyo, yang mewakili Wakil Wali Kota Serang, menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran pimpinan daerah.
Ia menjelaskan bahwa Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serang sedang fokus menangani persoalan banjir yang melanda sejumlah wilayah di Banten, termasuk Kota Serang.
Subagyo memberikan apresiasi kepada FKUB Kota Serang yang untuk pertama kalinya menggelar peringatan Isra Mi’raj dengan melibatkan lintas agama. Ia menyebut kegiatan ini sebagai simbol kuat kerukunan dan kebersamaan masyarakat.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya
















