“Menjaga kebersihan adalah bagian dari pengamalan nilai-nilai agama,” katanya.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Kirab Budaya Lintas Iman tidak hanya menampilkan ragam seni dan budaya. Acara ini juga menjadi panggung kolaborasi kelembagaan. FKUB Kota Serang dan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten sepakat menjalin kerja sama strategis melalui penandatanganan MoU.
Sementara itu, Wakil Rektor II UIN SMH Banten, Dr Ali Muhtarom, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menilai kegiatan kirab budaya dan penguatan toleransi lintas suku, etnis, dan agama menjadi fondasi penting dalam merawat harmoni sosial.
“Kegiatan ini menjadi modal dasar bagi Pemerintah Kota Serang bersama FKUB dalam merawat harmoni di tengah keberagaman,” ujarnya.
Ali menekankan pentingnya toleransi aktif. Ia mengingatkan bahwa toleransi tidak boleh berhenti pada diskusi atau slogan. Toleransi harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang melibatkan masyarakat luas.
“Kalau toleransi hanya dibicarakan tanpa implementasi, itu pasif. Yang kita butuhkan adalah praktik toleransi aktif, seperti yang dilakukan hari ini,” tegasnya.
Menurutnya, Kota Serang dapat menjadi miniatur Banten bahkan Indonesia dalam praktik moderasi beragama. Model kirab budaya lintas iman ini dinilai layak menjadi contoh bagi FKUB di daerah lain.
“Ini bisa menjadi role model. Harmoni harus dibuktikan dalam kegiatan nyata yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” katanya.
Ali menjelaskan, MoU antara FKUB dan UIN SMH Banten akan ditindaklanjuti oleh berbagai unit di lingkungan kampus. UIN memiliki pusat moderasi beragama yang bertugas membumikan nilai toleransi, tasamuh, dan kebangsaan.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya

















