Ia menjelaskan, KKN Nusantara 2026 akan menjadi ruang pembelajaran lintas budaya bagi mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. Program itu tidak hanya berfokus pada pengabdian masyarakat, tetapi juga memperkenalkan nilai-nilai kearifan lokal yang masih bertahan di tengah modernisasi.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kegiatan tersebut, peserta visitasi juga mendapatkan penjelasan langsung dari Medi, Sekretaris Desa Kanekes yang berasal dari komunitas Baduy.
Ia memaparkan kondisi sosial masyarakat adat Baduy yang hingga kini tetap memegang teguh adat istiadat warisan leluhur.
Menurut Medi, jumlah warga Baduy saat ini mencapai sekitar 5.300 jiwa. Mereka tinggal di wilayah seluas kurang lebih 5.537 hektar yang tersebar di 68 kampung di kawasan Kanekes, Kecamatan Leuwidamar.
Ia menjelaskan, masyarakat Baduy memiliki pola kehidupan yang berbeda dengan masyarakat modern. Pendidikan formal, khususnya di wilayah Baduy Dalam, belum menjadi bagian dari sistem sosial mereka.
Selain itu, aktivitas masyarakat Baduy Dalam hingga kini masih mengandalkan berjalan kaki untuk mobilitas sehari-hari. Sementara dalam pelayanan kesehatan, sebagian warga tetap memanfaatkan pengobatan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun.
Meski hidup dengan kesederhanaan, masyarakat Baduy dikenal sangat menjaga kelestarian alam. Hutan dan lingkungan sekitar menjadi bagian penting dalam menopang kehidupan mereka.
“Masyarakat Baduy sangat menjaga alam karena kehidupan mereka bergantung pada kelestarian lingkungan,” kata Medi, dalam keterangannya, Rabu, 13 Mei 2026.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Sumber Berita: KILASBANTEN.COM
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya
















