Prof Muhammad Ishom menyampaikan gagasan Mabadi Khoiru Ummah dalam forum Refleksi Akhir Tahun PWNU Sulawesi Tenggara di Kota Kendari, Minggu, 28 Desember 2025
Prof Muhammad Ishom menyampaikan gagasan Mabadi Khoiru Ummah dalam forum Refleksi Akhir Tahun PWNU Sulawesi Tenggara di Kota Kendari, Minggu, 28 Desember 2025
Menurut Prof Ishom, tantangan zaman menuntut NU hadir sebagai teladan yang nyata bagi umat.
“Integritas adalah keselarasan antara iman, ilmu, ucapan, dan perbuatan,” kata Prof Ishom.
Ia menegaskan bahwa tanpa integritas, kepercayaan umat terhadap ulama dan organisasi akan mudah runtuh. Ia juga mengutip pandangan Imam al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumiddin yang menyebut kerusakan seorang alim dapat berdampak luas pada rusaknya tatanan masyarakat.
Prof Ishom kemudian menguraikan nilai-nilai Mabadi Khoiru Ummah yang dirumuskan oleh KH Achmad Siddiq. Nilai tersebut meliputi ash-shidq atau kejujuran, al-amanah wal wafa’ bil ‘ahd atau amanah dan menepati janji, al-‘adalah atau keadilan, at-ta‘awun atau tolong-menolong, serta al-istiqamah atau konsistensi dalam kebaikan.
“Nilai-nilai ini harus hidup dalam sikap dan tindakan setiap kader NU,” tegasnya.
Pada aspek kejujuran, Prof Ishom menyebut ash-shidq sebagai fondasi dakwah dan kehidupan sosial NU. Ia merujuk QS At-Taubah ayat 119 serta pesan dalam Ta’limul Muta’allim yang menempatkan kejujuran sebagai pangkal segala kebajikan. Menurutnya, organisasi akan kehilangan arah jika kejujuran tidak dijaga.
Terkait amanah dan komitmen, Prof Ishom mengingatkan bahwa jabatan di lingkungan NU bukan simbol kehormatan, melainkan tanggung jawab besar.