Di sisi lain, Komisi III DPRD Kabupaten Serang menyoroti kinerja sektor retribusi daerah. Retribusi pasar menjadi perhatian utama karena realisasinya masih jauh dari target APBD 2025.
Supiyanto menyebutkan, target retribusi pasar tahun ini sebesar Rp2 miliar. Namun hingga 5 Desember 2025, realisasi pendapatan baru berkisar Rp700 juta hingga hampir Rp800 juta. Angka tersebut masih berada di bawah 40 persen dari target.
“Kalau retribusi pasar, targetnya 2 miliar. Sampai awal Desember itu baru sekitar 700 sampai hampir 800 juta. Artinya masih di bawah 40 persen,” jelasnya.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Rendahnya capaian retribusi pasar dinilai sebagai pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah. DPRD menilai kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena berpotensi terus terulang setiap tahun.
Menurut Supiyanto, ada sejumlah faktor yang memengaruhi rendahnya retribusi pasar. Faktor tersebut antara lain sistem pemungutan yang belum optimal, tingkat kepatuhan pedagang, serta pengelolaan pasar yang perlu dibenahi.
Komisi III DPRD juga terus memantau kinerja Badan Pendapatan Daerah atau Bapenda Kabupaten Serang. Pengawasan ini dilakukan untuk memastikan upaya optimalisasi pendapatan berjalan sesuai rencana.
“Kami terus monitor teman-teman di Pependa. Memang kondisinya sekarang masih PJ, jadi komunikasinya tidak bisa terlalu luas,” kata Supiyanto.
Ia menambahkan, kondisi kepemimpinan sementara di pemerintahan daerah turut memengaruhi koordinasi dan pengambilan kebijakan strategis, termasuk dalam peningkatan PAD. Meski begitu, DPRD berharap situasi tersebut tidak menjadi penghambat utama.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


















