Peserta Diklat Perkoperasian dan lomba cerdas cermat mengikuti rangkaian kegiatan yang digelar Disperindagkop UKM Kota Tangerang di Gedung Cisadane sebagai upaya memperkuat kapasitas dan daya saing koperasi menuju era digital.
Ia menjelaskan, lomba cerdas cermat tidak sekadar menjadi ajang kompetisi. Kegiatan tersebut juga dirancang sebagai instrumen untuk mengukur sejauh mana pemahaman peserta terhadap materi pelatihan yang telah diterima.
Melalui metode tersebut, Disperindagkop UKM ingin memastikan para pengurus koperasi mampu menerapkan ilmu yang diperoleh dalam pengelolaan organisasi dan pengembangan usaha secara nyata.
Untuk meningkatkan motivasi peserta, panitia menyediakan hadiah berupa stimulus modal usaha dengan total nilai mencapai Rp12 juta. Bantuan tersebut diberikan kepada peserta terbaik sebagai dukungan untuk memperkuat kegiatan usaha koperasi yang mereka kelola.
“Sebagai bentuk tantangan bagi pengurus, kami menyediakan hadiah stimulus modal usaha dengan total Rp12 juta yang diharapkan dapat langsung digunakan untuk pengembangan usaha koperasi,” katanya.
Sementara itu, narasumber dari Lembaga Pendidikan Perkoperasian, Fredy Antonie, menjelaskan bahwa pelatihan difokuskan pada penguatan pemahaman tentang ideologi koperasi, sejarah perkembangan koperasi, hingga strategi bisnis yang relevan dengan kebutuhan saat ini.
Peserta juga memperoleh pembekalan mengenai tata kelola organisasi yang baik, pengelolaan keuangan yang sehat, serta pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung operasional koperasi.
Menurut Fredy, digitalisasi menjadi langkah penting yang harus segera diadopsi koperasi agar mampu bertahan dan berkembang di tengah perubahan ekonomi yang berlangsung sangat cepat.