Selain integrasi keilmuan, Menteri Agama juga membuka wacana penguatan kolaborasi antarlembaga pendidikan. Ia menyinggung peluang merger antara PTKIN dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta sebagai bagian dari strategi penguatan kelembagaan. Pendekatan geo-intelektual dinilai penting untuk memusatkan keunggulan keilmuan di wilayah tertentu agar pengembangan kampus lebih terarah.
Program studi dengan jumlah peminat rendah turut masuk dalam agenda evaluasi. Bidang seperti Ilmu Hadis dan Ilmu Falak dipandang perlu mendapat afirmasi kebijakan agar tetap berkelanjutan. Salah satu opsi yang disiapkan adalah pemberian beasiswa khusus untuk menarik minat calon mahasiswa.
Arahan lainnya mencakup percepatan masa studi melalui pendekatan accelerative learning. PTKIN juga diminta memastikan lulusannya memiliki kebermanfaatan nyata bagi masyarakat. Evaluasi penerimaan mahasiswa di fakultas tertentu dinilai perlu dilakukan agar lebih proporsional dan tepat sasaran.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam konteks peningkatan kualitas pembelajaran, Nasaruddin menekankan pentingnya pemetaan peran dosen. Ia menyebut dosen PTKIN memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai syekh dan mursyid yang memberikan keteladanan akademik serta moral.
Pemanfaatan teknologi digital juga menjadi perhatian serius. Optimalisasi pembelajaran daring, penyederhanaan durasi perkuliahan, serta penyesuaian metode belajar dipandang penting untuk menjawab tantangan zaman. Evaluasi regulasi pendidikan tinggi turut didorong, termasuk terkait pembukaan kampus lintas wilayah dan respons terhadap kehadiran perguruan tinggi asing.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya

















