Peta Besar Pendidikan Islam Disusun, Forum Rektor PTKIN dan Dirjen Pendis Bergerak Satukan Arah Nasional

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Forum Rektor PTKIN menggelar audiensi strategis dengan Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Amin Suyitno di Jakarta guna menyatukan arah kebijakan pendidikan Islam nasional, Selasa, 23 Desember 2025

i

Forum Rektor PTKIN menggelar audiensi strategis dengan Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Amin Suyitno di Jakarta guna menyatukan arah kebijakan pendidikan Islam nasional, Selasa, 23 Desember 2025

Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, Amin Suyitno, menyambut positif langkah Forum Rektor PTKIN tersebut. Ia menilai audiensi ini sebagai tindak lanjut konkret dari arahan Menteri Agama Nasaruddin Umar yang sebelumnya disampaikan dalam peluncuran tahapan Penerimaan Mahasiswa Baru PTKIN 2026.

“Audiensi ini penting untuk menjembatani gagasan strategis para rektor dengan kebijakan teknis Ditjen Pendidikan Islam, khususnya dalam mewujudkan PTKIN sebagai kampus berdampak,” kata Amin.

Menurut Amin, komunikasi yang intensif antara pimpinan PTKIN dan Ditjen Pendis menjadi kunci agar kebijakan di tingkat pusat dapat diterjemahkan secara tepat di tingkat kampus. Dengan sinergi yang kuat, transformasi PTKIN diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

, ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelumnya, Menteri Agama Nasaruddin Umar telah memberikan mandat langsung kepada para rektor PTKIN untuk menyusun agenda strategis yang disertai aksi nyata. Mandat tersebut menitikberatkan pada peningkatan kualitas pendidikan tinggi keagamaan Islam agar lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat dan selaras dengan perkembangan dunia kerja.

Baca Juga  Koperasi Reborn, UIN SMH Banten Gandeng Kemenkop, Mahasiswa Bakal Dicetak dari Bangku Kuliah

Salah satu isu utama yang menjadi sorotan adalah evaluasi sistem integrasi keilmuan. Nasaruddin mendorong PTKIN untuk kembali meneguhkan jati diri keilmuan Islam yang memadukan ilmu agama dan ilmu umum secara seimbang. Ia merujuk konsep Baitul Hikmah pada masa Abbasiyah sebagai contoh historis tradisi keilmuan yang integratif dan produktif.

“Kita harus menajamkan keunggulan Program Studi Pendidikan Agama Islam agar lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat dan mampu meningkatkan daya saing lulusan,” ujar Nasaruddin dalam kesempatan sebelumnya.

Penulis : Dayat

Editor : Redaksi Kilas Banten

Follow WhatsApp Channel www.kilasbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kongres IMAKIPSI XIII Meledak di Mataram, Mahasiswa Kependidikan Deklarasikan Perang Total Ketimpangan Pendidikan 3T
PPP Banten Resmi Dipimpin Neng Siti Julaiha, Bakal Pasang Target Ambisius Menang Besar di Pemilu 2029
Gelombang 2.500 Alumni Padati Istiqlal, Silatnas IKTASA Ciwaringin Tegaskan Kekuatan Besar Pesantren untuk Bangsa
Geger! Program MBG di Bone Tersendat, SPPG Macege Disetop Mendadak Diduga Abaikan Standar Lingkungan
Ledakan Semangat Anak Muda, PeaceLab Jadi Motor Baru Gerakan Perdamaian Berbasis Budaya dan Sejarah
Himbauan Mudik 2026, Dewan Pembina DPP Biwali KH Matin Syarkowi Ingatkan Bahaya Ngebut: Nyawa Taruhannya
Dibuka 1 April, Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 Siap Biayai Kuliah Mahasiswa Berprestasi, Ini Syarat dan Sasarannya
Aktivis HAM Disiram Air Keras Usai Kritik Negara, LBH PB PMII Sebut Teror terhadap Demokrasi
Forum Rektor PTKIN bertemu Dirjen Pendis Kemenag di Jakarta untuk menyusun peta strategis pendidikan Islam nasional dan memperkuat peran PTKIN sebagai kampus berdampak.

Berita Terkait

-

Kongres IMAKIPSI XIII Meledak di Mataram, Mahasiswa Kependidikan Deklarasikan Perang Total Ketimpangan Pendidikan 3T

-

PPP Banten Resmi Dipimpin Neng Siti Julaiha, Bakal Pasang Target Ambisius Menang Besar di Pemilu 2029

-

Gelombang 2.500 Alumni Padati Istiqlal, Silatnas IKTASA Ciwaringin Tegaskan Kekuatan Besar Pesantren untuk Bangsa

-

Geger! Program MBG di Bone Tersendat, SPPG Macege Disetop Mendadak Diduga Abaikan Standar Lingkungan

-

Ledakan Semangat Anak Muda, PeaceLab Jadi Motor Baru Gerakan Perdamaian Berbasis Budaya dan Sejarah

Berita Terbaru