Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, Amin Suyitno, menyambut positif langkah Forum Rektor PTKIN tersebut. Ia menilai audiensi ini sebagai tindak lanjut konkret dari arahan Menteri Agama Nasaruddin Umar yang sebelumnya disampaikan dalam peluncuran tahapan Penerimaan Mahasiswa Baru PTKIN 2026.
“Audiensi ini penting untuk menjembatani gagasan strategis para rektor dengan kebijakan teknis Ditjen Pendidikan Islam, khususnya dalam mewujudkan PTKIN sebagai kampus berdampak,” kata Amin.
Menurut Amin, komunikasi yang intensif antara pimpinan PTKIN dan Ditjen Pendis menjadi kunci agar kebijakan di tingkat pusat dapat diterjemahkan secara tepat di tingkat kampus. Dengan sinergi yang kuat, transformasi PTKIN diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Sebelumnya, Menteri Agama Nasaruddin Umar telah memberikan mandat langsung kepada para rektor PTKIN untuk menyusun agenda strategis yang disertai aksi nyata. Mandat tersebut menitikberatkan pada peningkatan kualitas pendidikan tinggi keagamaan Islam agar lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat dan selaras dengan perkembangan dunia kerja.
Salah satu isu utama yang menjadi sorotan adalah evaluasi sistem integrasi keilmuan. Nasaruddin mendorong PTKIN untuk kembali meneguhkan jati diri keilmuan Islam yang memadukan ilmu agama dan ilmu umum secara seimbang. Ia merujuk konsep Baitul Hikmah pada masa Abbasiyah sebagai contoh historis tradisi keilmuan yang integratif dan produktif.
“Kita harus menajamkan keunggulan Program Studi Pendidikan Agama Islam agar lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat dan mampu meningkatkan daya saing lulusan,” ujar Nasaruddin dalam kesempatan sebelumnya.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya

















