Wali Kota Serang Ia mengaku prihatin saat melihat langsung kondisi pasangan lansia tersebut. Setelah rumah mereka roboh, keduanya terpaksa bertahan hidup di bawah pohon dengan tenda sederhana yang dibangun seadanya.
“Kondisinya sangat memprihatinkan. Mereka tinggal di kebun dengan tenda sederhana untuk beristirahat dan menjalani aktivitas sehari-hari. Ini menjadi bukti bahwa pemerintah hadir melihat langsung kondisi warga yang membutuhkan,” ujarnya.
Sementara itu, penerima bantuan, Wahidudin, mengaku bersyukur karena kondisi yang selama ini dijalaninya akhirnya mendapat perhatian dari pemerintah daerah.
Ia tidak menyangka akan menerima bantuan pembangunan rumah setelah bertahun-tahun hidup dalam keterbatasan.
“Alhamdulillah, terima kasih kepada Pak Wali Kota yang sudah datang ke sini dan membantu saya membangun rumah,” kata Wahidudin.
Rumah yang akan dibangun nantinya tetap berada di lokasi yang selama ini ditempatinya.
Selama delapan tahun tinggal di kawasan tersebut, Wahidudin mengaku tidak pernah mengajukan permohonan bantuan kepada pemerintah.
Menurutnya, ada beberapa warga yang peduli dan sering berkunjung ke tempat tinggalnya. Dari situlah kondisi yang dialaminya akhirnya diketahui dan mendapat perhatian.
Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, Wahidudin bekerja mengumpulkan barang bekas yang kemudian dijual kembali. Di tengah keterbatasan yang ada, ia juga harus menghadapi minimnya fasilitas dasar.
Ia mengaku menggunakan air kali untuk mandi dan mencuci pakaian. Sementara kebutuhan air minum sehari-hari diperoleh dari bantuan warga sekitar.