Tugu Peluru Emas Cijentul, Saksi Sejarah Perlawanan Berdarah Rakyat Banten Melawan Agresi Belanda

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tugu Peluru Emas Cijentul di Kelurahan Cilowong, Kota Serang, berdiri kokoh di tepi jalan sebagai penanda sejarah perlawanan rakyat Banten melawan pasukan Belanda.

i

Tugu Peluru Emas Cijentul di Kelurahan Cilowong, Kota Serang, berdiri kokoh di tepi jalan sebagai penanda sejarah perlawanan rakyat Banten melawan pasukan Belanda.

KILAS BANTEN – Tugu Cijentul atau yang lebih dikenal sebagai Tugu Peluru Emas berdiri senyap di Kelurahan Cilowong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Banten. Monumen ini bukan sekadar penanda wilayah. Tugu tersebut menjadi saksi bisu perjuangan rakyat Cijentul bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dalam menghadang agresi militer Belanda pascakemerdekaan Indonesia.

Keberadaan Tugu Peluru Emas menyimpan jejak heroik yang hingga kini masih dijaga oleh masyarakat sekitar. Namun, kisah besar di balik monumen ini perlahan nyaris terlupakan, meski perannya sangat penting dalam sejarah perlawanan rakyat Banten.

Berdasarkan penelusuran Redaksi Kilas Banten yang dikutip dari kanal YouTube AYOK3BANTEN pada Rabu, 7 Januari 2026, Sejarah Tugu Cijentul dibangun sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan rakyat Serang dalam mempertahankan wilayahnya dari upaya pendudukan kembali oleh Belanda. Monumen ini diresmikan pada 20 Mei 1976 dan berlokasi di Kampung Cijentul, Kelurahan Cilowong.

Pendirian tugu bertujuan untuk mengenang jasa para pejuang yang terlibat dalam Pertempuran Cijentul. Pertempuran ini terjadi dalam rentang waktu 1945 hingga 1952, saat situasi keamanan di wilayah Serang berada dalam kondisi genting akibat agresi militer Belanda.

Tugu Peluru Emas Cijentul di Kelurahan Cilowong, Kota Serang, berdiri kokoh di tepi jalan sebagai penanda sejarah perlawanan rakyat Banten melawan pasukan Belanda.
Tugu Peluru Emas Cijentul di Kelurahan Cilowong, Kota Serang, berdiri kokoh di tepi jalan sebagai penanda sejarah perlawanan rakyat Banten melawan pasukan Belanda.

Penulis : Dayat

Editor : Redaksi Kilas Banten

Follow WhatsApp Channel www.kilasbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

RSUD dr. Dradjat Prawiranegara (RSDP) Komitmen Tingkatkan Mutu Pelayanan Lewat Neurointervensi dan Bedah Digestif
Relawan Bencana Terpinggirkan? Anggota TAGANA Kabupaten Serang Klaim Tak Terima Tali Asih Negara Sepanjang 2025
Rakercab ISNU Kota Serang, Cetak Kader Ideologis dan Bidik Kampus hingga Konferensi Internasional
Wali Kota Serang Salurkan Bantuan Rp10 Juta dan Sembako bagi Korban Kebakaran Sempu
ISNU Kota Serang Baru Dilantik, Muji Rohman: Sarjana NU Kuasai Teknologi dan Jadi Penggerak Perubahan
Pengurus Baru ISNU Kota Serang Dilantik, Perkuat SDM dan Kolaborasi Strategis Lintas Sektor
Tanpa Bebani APBD, Wali Kota Serang Lantik Satgas Serang Mengaji Gandeng BWA
Dapat 181 Ribu Mentions, Wali Kota Serang Budi Rustandi Tempati Peringkat 1 Kepala Daerah Terpopuler Banten
Tugu Peluru Emas Cijentul di Kota Serang menyimpan kisah heroik perlawanan rakyat Banten dan TNI AD melawan Belanda. Monumen bersejarah ini berdiri sejak 1976 dan menjadi simbol perjuangan yang nyaris terlupakan.

Berita Terkait

-

RSUD dr. Dradjat Prawiranegara (RSDP) Komitmen Tingkatkan Mutu Pelayanan Lewat Neurointervensi dan Bedah Digestif

-

Relawan Bencana Terpinggirkan? Anggota TAGANA Kabupaten Serang Klaim Tak Terima Tali Asih Negara Sepanjang 2025

-

Rakercab ISNU Kota Serang, Cetak Kader Ideologis dan Bidik Kampus hingga Konferensi Internasional

-

Wali Kota Serang Salurkan Bantuan Rp10 Juta dan Sembako bagi Korban Kebakaran Sempu

-

ISNU Kota Serang Baru Dilantik, Muji Rohman: Sarjana NU Kuasai Teknologi dan Jadi Penggerak Perubahan

Berita Terbaru