Tugu Peluru Emas Cijentul, Saksi Sejarah Perlawanan Berdarah Rakyat Banten Melawan Agresi Belanda

Kilas Banten
7 Jan 2026 09:00
Serang 0
4 menit membaca

KILAS BANTEN – Tugu Cijentul atau yang lebih dikenal sebagai Tugu Peluru Emas berdiri senyap di Kelurahan Cilowong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Banten. Monumen ini bukan sekadar penanda wilayah. Tugu tersebut menjadi saksi bisu perjuangan rakyat Cijentul bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dalam menghadang agresi militer Belanda pascakemerdekaan Indonesia.

Keberadaan Tugu Peluru Emas menyimpan jejak heroik yang hingga kini masih dijaga oleh masyarakat sekitar. Namun, kisah besar di balik monumen ini perlahan nyaris terlupakan, meski perannya sangat penting dalam sejarah perlawanan rakyat Banten.

Berdasarkan penelusuran Redaksi Kilas Banten yang dikutip dari kanal YouTube AYOK3BANTEN pada Rabu, 7 Januari 2026, Sejarah Tugu Cijentul dibangun sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan rakyat Serang dalam mempertahankan wilayahnya dari upaya pendudukan kembali oleh Belanda. Monumen ini diresmikan pada 20 Mei 1976 dan berlokasi di Kampung Cijentul, Kelurahan Cilowong.

Baca Juga  Sekolah Gratis Runing, Pemprov Banten Kucurkan Rp159 Miliar Periode 6 Bulan Pertama

Pendirian tugu bertujuan untuk mengenang jasa para pejuang yang terlibat dalam Pertempuran Cijentul. Pertempuran ini terjadi dalam rentang waktu 1945 hingga 1952, saat situasi keamanan di wilayah Serang berada dalam kondisi genting akibat agresi militer Belanda.

Tugu Peluru Emas Cijentul di Kelurahan Cilowong, Kota Serang, berdiri kokoh di tepi jalan sebagai penanda sejarah perlawanan rakyat Banten melawan pasukan Belanda.

Tugu Peluru Emas Cijentul di Kelurahan Cilowong, Kota Serang, berdiri kokoh di tepi jalan sebagai penanda sejarah perlawanan rakyat Banten melawan pasukan Belanda.