KILAS BANTEN – Badan Pusat Statistik (BPS) Banten melaporkan penurunan angka kemiskinan di provinsi ini pada periode September 2024.
Berdasarkan data resmi yang dirilis pada 15 Januari 2025, persentase penduduk miskin di Banten turun dari 5,84 persen pada Maret 2024 menjadi 5,7 persen pada September 2024.
Jumlah penduduk miskin juga menurun dari 791,61 ribu orang menjadi 777,49 ribu orang.
Penurunan ini terjadi di wilayah perkotaan maupun perdesaan, menunjukkan adanya perbaikan ekonomi yang merata.
BPS mencatat penurunan kemiskinan di wilayah perkotaan dari 5,69 persen pada Maret 2024 menjadi 5,57 persen pada September 2024.
Sementara di wilayah perdesaan, angka kemiskinan turun dari 6,44 persen menjadi 6,20 persen pada periode yang sama.
Kendati angka kemiskinan menurun, garis kemiskinan di Banten mengalami kenaikan.
Pada September 2024, garis kemiskinan tercatat sebesar Rp667.403 per kapita per bulan, naik 2,02 persen dibandingkan Maret 2024 yang sebesar Rp654.213 per kapita per bulan.
Angka ini berada di atas garis kemiskinan nasional yang mencapai Rp595.242 per kapita per bulan.
Indeks kedalaman kemiskinan di Banten juga menunjukkan perbaikan.
Pada Maret 2024, indeks kedalaman kemiskinan berada di angka 0,971.
Angka ini turun menjadi 0,799 pada September 2024. Indeks ini mengukur seberapa jauh pendapatan penduduk miskin dari garis kemiskinan.
Penurunan kemiskinan di Banten dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah turunnya tingkat pengangguran terbuka sebesar 0,34 persen antara Februari 2024 hingga Agustus 2024.
Selain itu, inflasi umum pada periode Maret hingga September 2024 lebih rendah dibanding periode sebelumnya.
Peningkatan konsumsi rumah tangga turut berkontribusi terhadap menurunnya angka kemiskinan di Banten.
Data menunjukkan konsumsi rumah tangga tumbuh 4,48 persen dari triwulan pertama ke triwulan ketiga tahun 2024.
Selain itu, sektor industri pengolahan di Banten mencatat pertumbuhan positif.
Secara triwulanan, sektor ini tumbuh 2,26 persen, sementara secara tahunan mencatat pertumbuhan sebesar 3,40 persen.
Pertumbuhan di sektor ini mendorong penciptaan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat.***

