Tugu Peluru Emas Cijentul, Saksi Sejarah Perlawanan Berdarah Rakyat Banten Melawan Agresi Belanda

Kilas Banten
7 Jan 2026 09:00
Serang 0
4 menit membaca

Secara fisik, Tugu Cijentul berdiri kokoh di sisi jalan raya. Posisi tugu berada tepat di atas badan jalan, sehingga mudah terlihat oleh para pengguna jalan. Untuk mencapai bagian utama tugu, pengunjung harus menaiki sekitar sembilan anak tangga dari permukaan jalan.

Pada badan tugu terdapat sebuah prasasti berisi pernyataan bersejarah. Tulisan tersebut berbunyi, “Di sinilah rakyat bersama-sama dengan pasukan Macan Loreng dari TNI AD melakukan pertempuran penghadangan gerakan pasukan tentara Kerajaan Belanda pada 28 Desember 1948.” Prasasti ini menjadi penanda kuat atas peristiwa penting yang pernah terjadi di lokasi tersebut.

Bagian paling mencolok dari monumen ini berada di puncaknya. Di bagian atas berdiri replika peluru berwarna emas. Bentuk inilah yang membuat tugu tersebut dikenal sebagai Tugu Peluru Emas. Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, peluru tersebut melambangkan senjata hasil rampasan dari tentara penjajah Jepang.

Baca Juga  Dugaan Pencemaran Limbah di Sungai Terminal Pakupatan Cipocok Jaya, Warga Temukan Ikan Mati Meski Air Terlihat Normal

Lingkungan sekitar Tugu Cijentul masih terjaga keasriannya. Monumen ini berada di tikungan jalan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cilowong. Kawasan tersebut dikelilingi hutan lebat dengan suasana yang sejuk dan alami. Kondisi ini menghadirkan nuansa tenang sekaligus sakral bagi monumen bersejarah tersebut.

Jalan Cilowong sendiri dikenal sebagai jalur alternatif menuju kawasan wisata Anyer. Banyak pengendara yang melintasi kawasan ini tanpa menyadari bahwa di sudut jalan tersebut tersimpan kisah perjuangan rakyat melawan penjajah.

Keberadaan Tugu Peluru Emas Cijentul menjadi pengingat penting bahwa kemerdekaan Indonesia diraih melalui perjuangan panjang dan pengorbanan besar. Monumen ini tidak sekadar bangunan fisik, melainkan simbol keberanian, persatuan, dan semangat juang rakyat Cijentul serta Serang dalam mempertahankan tanah air.