Polemik Ucapan Selamat Natal, Tokoh Agama Taktakan KH Achmad Moenifi: Bukan Soal Akidah, Ini Wilayah Sosial

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KH Achmad Moenifi, tokoh agama Kecamatan Taktakan, Kota Serang, saat memberikan penjelasan terkait polemik ucapan Selamat Natal di tengah masyarakat majemuk, Selasa 30 Desember 2025

i

KH Achmad Moenifi, tokoh agama Kecamatan Taktakan, Kota Serang, saat memberikan penjelasan terkait polemik ucapan Selamat Natal di tengah masyarakat majemuk, Selasa 30 Desember 2025

KILAS BANTEN – Perdebatan mengenai boleh atau tidaknya umat Islam mengucapkan Selamat Natal kembali mencuat menjelang akhir tahun. Isu ini hampir selalu muncul setiap Desember dan ramai diperbincangkan di ruang publik maupun media sosial. Meski demikian, tokoh agama Kecamatan Taktakan, Kota Serang, KH Achmad Moenifi, menilai polemik tersebut sejatinya merupakan perdebatan lama yang terus diulang tanpa substansi baru.

KH Achmad Moenifi menegaskan bahwa ucapan Selamat Natal kepada umat Kristiani tidak termasuk dalam kategori mencampuradukkan akidah. Menurut dia, persoalan ini berada di ranah muamalah atau hubungan sosial antarumat beragama, bukan wilayah keyakinan.

“Pertanyaan ini sebenarnya sudah sangat klise. Hampir setiap Desember selalu muncul kembali. Padahal, para ulama sudah lama membahasnya dan banyak yang membolehkan,” kata KH Achmad Moenifi, Selasa, 30 Desember 2025.

Ia menekankan bahwa pandangan tersebut bukan opini pribadi. Pendapat itu merujuk pada fatwa para ulama yang menjadi rujukan umat Islam. Karena itu, ia menilai perdebatan ini seharusnya tidak lagi dibesar-besarkan.

“Para ulama, bukan saya, sudah memfatwakan bahwa mengucapkan Selamat Natal itu boleh. Ini tidak ada kaitannya dengan akidah. Akidah dan muamalah harus dipisahkan secara jelas,” ujarnya.

KH Achmad Moenifi menjelaskan bahwa Islam mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk hubungan sosial. Dalam konteks Indonesia sebagai negara majemuk, umat Islam hidup berdampingan dengan pemeluk agama lain. Kondisi ini, menurutnya, menuntut sikap saling menghormati dan menjaga relasi sosial yang baik.

Penulis : Dayat

Editor : Redaksi Kilas Banten

Follow WhatsApp Channel www.kilasbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Akhir Penantian 30 Tahun, Jembatan Mekarsari Segera Dibangun, Dewan Muhibbin: Dongkrak Ekonomi Warga Kabupaten Serang
Sambut Muktamar NU ke-35, PCNU Kota Serang: Kembali ke Khittah dan Perkuat Solidaritas di Tengah Tekanan Global
PHK Sepihak dan THR Tak Dibayar, PT Asietex Disorot: Mediasi Mandek, Buruh Tuntut Kepastian
Pembahasan LKPJ Bupati Serang 2025 Mandek, OPD Dituding Dewan Tak Disiplin
DPRD Kabupaten Serang Bongkar Bahaya PMI Ilegal, Warga Diingatkan, Jangan Tergiur Jalur Gelap
Alun-Alun Cinangka Berubah Jadi Hutan Liar, DPUPR Kabupaten Serang Bongkar Penyebab Utama
Dijanjikan Kerja di Turki, PMI Asal Lebak Wangi Serang Justru Terlantar di Irak dengan Luka Parah
Siltap 2026 Ngebut Cair, Perangkat Desa Jawilan Bongkar Bukti Janji Bupati Serang Tak Sekadar Wacana
Polemik ucapan Selamat Natal kembali mencuat setiap Desember. Tokoh agama Taktakan, KH Achmad Moenifi, menegaskan ucapan tersebut bukan campur aduk akidah, melainkan bagian dari etika sosial dan toleransi antarumat beragama.

Berita Terkait

-

Akhir Penantian 30 Tahun, Jembatan Mekarsari Segera Dibangun, Dewan Muhibbin: Dongkrak Ekonomi Warga Kabupaten Serang

-

Sambut Muktamar NU ke-35, PCNU Kota Serang: Kembali ke Khittah dan Perkuat Solidaritas di Tengah Tekanan Global

-

Pembahasan LKPJ Bupati Serang 2025 Mandek, OPD Dituding Dewan Tak Disiplin

-

DPRD Kabupaten Serang Bongkar Bahaya PMI Ilegal, Warga Diingatkan, Jangan Tergiur Jalur Gelap

-

Alun-Alun Cinangka Berubah Jadi Hutan Liar, DPUPR Kabupaten Serang Bongkar Penyebab Utama

Berita Terbaru