Banjir Tak Pernah Usai, DPRD dan Pemkab Serang Didorong Putus Siklus Tahunan dengan Solusi Permanen

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Serang Ahmad Muhibbin saat menyampaikan pandangan terkait penanganan banjir dalam rapat bersama Pemkab Serang.

i

Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Serang Ahmad Muhibbin saat menyampaikan pandangan terkait penanganan banjir dalam rapat bersama Pemkab Serang.

KILAS BANTEN – Banjir kembali menjadi ancaman serius bagi warga Kabupaten Serang. Hujan berintensitas tinggi yang turun sejak awal tahun menyebabkan air meluap ke kawasan permukiman, menutup akses jalan, dan melumpuhkan aktivitas ekonomi masyarakat di sejumlah kecamatan. Peristiwa ini menambah daftar panjang banjir tahunan yang hingga kini belum menemukan solusi tuntas.

 

Situasi tersebut mendorong DPRD Kabupaten Serang bersama Pemerintah Kabupaten Serang menggelar rapat dengar pendapat pada Kamis, 29 Januari 2026. Rapat ini tidak hanya membahas langkah penanganan darurat bagi warga terdampak, tetapi juga menyoroti kebutuhan mendesak akan strategi jangka panjang agar banjir tidak terus berulang setiap musim hujan.

 

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Serang, Azwar Anas, menegaskan bahwa banjir di wilayah tersebut sudah berlangsung bertahun-tahun. Ia menilai pendekatan reaktif yang selama ini diterapkan belum mampu menyelesaikan persoalan secara menyeluruh.

 

Menurutnya, pemerintah daerah perlu menyusun perencanaan yang lebih terukur, terintegrasi, dan berkelanjutan.

 

“Banjir ini bukan kejadian baru. Kalau penanganannya hanya dilakukan ketika air sudah masuk ke rumah warga, masalah tidak akan pernah selesai. Harus ada perencanaan jangka panjang,” ujar Azwar Anas, Sabtu, 31 Januari 2026.

 

Kondisi permukiman warga di Kabupaten Serang yang terendam banjir akibat hujan berintensitas tinggi, mengganggu aktivitas dan akses jalan masyarakat.
Kondisi permukiman warga di Kabupaten Serang yang terendam banjir akibat hujan berintensitas tinggi, mengganggu aktivitas dan akses jalan masyarakat.

Penulis : Dayat

Editor : Redaksi Kilas Banten

Follow WhatsApp Channel www.kilasbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Kabupaten Serang Bongkar Bahaya PMI Ilegal, Warga Diingatkan, Jangan Tergiur Jalur Gelap
Alun-Alun Cinangka Berubah Jadi Hutan Liar, DPUPR Kabupaten Serang Bongkar Penyebab Utama
Dijanjikan Kerja di Turki, PMI Asal Lebak Wangi Serang Justru Terlantar di Irak dengan Luka Parah
Siltap 2026 Ngebut Cair, Perangkat Desa Jawilan Bongkar Bukti Janji Bupati Serang Tak Sekadar Wacana
Gelombang Soliditas NU Menggema di Kota Serang, Halalbihalal 2026 Tegaskan Kekuatan Akar Rumput di Tengah Arus Zaman
Senyap di Sore Hari, Motor Warga Komplek Tembong Kota Serang Indah Disikat, Perempuan Misterius Jadi Sorotan Polisi
PCNU Kota Serang dan UIN Banten di Pelatihan Kepeloporan Moderasi Beragama, Siapkan Generasi Muda soal Tantangan Digital dan Ancaman Radikalisme
Sosialisasi PBB-P2 di Desa Tirtayasa, Bapenda Kabupaten Serang Dorong Kesadaran Pajak Masyarakat
Banjir kembali melanda Kabupaten Serang akibat hujan deras. DPRD dan Pemkab Serang didesak meninggalkan pola penanganan darurat dan segera menghadirkan solusi permanen melalui penguatan infrastruktur, tata kelola wilayah, dan kolaborasi lintas pemerintah.

Berita Terkait

-

DPRD Kabupaten Serang Bongkar Bahaya PMI Ilegal, Warga Diingatkan, Jangan Tergiur Jalur Gelap

-

Alun-Alun Cinangka Berubah Jadi Hutan Liar, DPUPR Kabupaten Serang Bongkar Penyebab Utama

-

Dijanjikan Kerja di Turki, PMI Asal Lebak Wangi Serang Justru Terlantar di Irak dengan Luka Parah

-

Siltap 2026 Ngebut Cair, Perangkat Desa Jawilan Bongkar Bukti Janji Bupati Serang Tak Sekadar Wacana

-

Gelombang Soliditas NU Menggema di Kota Serang, Halalbihalal 2026 Tegaskan Kekuatan Akar Rumput di Tengah Arus Zaman

Berita Terbaru